Mikrokontroler AVR dan Linux


Pada saat ini penggunaan mikrokontroler dapat kita temui pada berbagai peralatan, misalnya peralatan yang terdapat dirumah, seperti telepon digital, microwave oven, televisi, mesin cuci, sistem keamanan rumah, PDA, dan lain-lain yang semisalnya.

Mikrokontroler dapat kita gunakan untuk berbagai aplikasi misalnya untuk pengendalian, otomasi industri, akuisisi data, telekomunikasi dan lain-lain. Keuntungan menggunakan mikrokontroler yaitu harganya murah, dapat diprogram berulang kali, dan dapat kita program sesuai dengan keinginan.

Atmel AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam bidang elektronika dan instrumentasi. Mikrokontroler AVR ini memiliki arsitektur RISC (Reduce Instruction Set Computing) delapan bit, di mana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16 bits word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock, maka dari itu AVR memiliki kecepatan eksekusi program lebih cepat daripada mikrokontroler jenis lainnya.

Nama AVR sendiri berasal dari “Alf (Egil Bogen) and Vegard (Wollan)‘s Risc processor” dimana Alf Egil Bogen dan Vegard Wollan adalah dua penemu berkebangsaan Norwegia yang menemukan mikrokontroler AVR yang kemudian diproduksi oleh Atmel.

Secara umum, AVR dapat dikelompokkan dalam 10 kelas, yaitu:

  1. Keluarga AVR Otomotif

  2. Keluarga AVR Z-Link

  3. Keluarga AVR Manajemen Batere

  4. Keluarga AVR CAN

  5. Keluarga AVR LCD

  6. Keluarga AVR Pencahayaan

  7. Keluarga TinyAVR

  8. Keluarga MegaAVR

    1. ATmega8535

    2. ATmega16

    3. ATmega32

    4. ATmega8

  9. Keluarga AVR USB

  10. Keluarga XMEGA
AVR dan OpenSource
Untuk melakukan pemrograman dalam mikrokontroler AVR, terdiri atas compiler dan downloader. Compiler, yaitu aplikasi yang fungsinya untuk menerjemahkan program baik yang ditulis dalam bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi (seperti C, Basic, Pascal) maupun yang ditulis dalam bahasa pemrograman tingkat rendah (seperti assembly) menjadi kode-kode mesin (dalam bentuk hexadecimal). Downloader adalah aplikasi yang digunakan untuk merekam kode-kode mesin yang telah dikonversi sebelumnya oleh Compiler, untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam memori mikrokontroler.
Berdasarkan pengetahuan diatas, maka dalam platform apa saja sebenarnya dimungkinkan untuk membuat aplikasi yang bisa berkomunikasi dengan mikrokontroler, asalkan kedua fitur tadi tersedia (Compiler dan Downloader).
Atmel telah menyediakan software khusus yang dapat diunduh dari website resmi Atmel. Software tersebut adalah AVRStudio. Software ini menggunakan bahasa assembly sebagai bahasa perantaranya. Selain AVRStudio, ada beberapa software pihak ketiga yang dapat digunakan untuk membuat program pada AVR.
Software dari pihak ketiga ini menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti bahasa C, Java, atau Basic. Untuk melakukan pemindahan dari komputer ke dalam chip, dapat digunakan beberapa cara seperti menggunakan kabel JTAG atau menggunakan STK buatan Atmel.
Selain menggunakan Windows Operating System, ternyata pemrograman mikrokontroler AVR juga dapat dilakukan pada Linux Operating System. Pada Linux juga sudah tersedia software yang dapat digunakan untuk melakukan pemrograman, salah satunya adalah software Kontrollerlab. Kontrollerlab merupakan software pemrograman Linux berbasis GUI (Graphic User Interface) yang dapat digunakan dengan mudah sebagaimana layaknya kita menggunakan software pemrograman mikrokontroler AVR di Windows. Kontrollerlab sudah menyediakan feature-feature yang sangat lengkap. Jika berminat untuk memiliki softwarekontrollerlab, kita dapat mengunduh pada www.cadmaniac.org.
Selain menggunakan software berbasis GUI, pemrograman mikrokontroler AVR di Linux juga dapat dilakukan dengan menggunakan console (command prompt pada sistem operasi windows/DOS). Salah satu kelebihan pemrograman dengan menggunakan console adalah kita dapat lebih memahami perintah-perintah yang digunakan dalam proses pemrograman mikrokontroler AVR tersebut walaupun terlihat sulit untuk dilakukan, karena banyak perintah-perintah didalam konsol atau terminal yang harus dipelajari dan dihapalkan.
Alat dan Bahan untuk Pemrograman AVR di Ubuntu
Peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk penelitian dan perancangan downloader mikrokontroler avr di dalam sistem operasi Linux Ubuntu terdiri dari software dan hardware yaitu:
  1. Komputer atau laptop, untuk dapat menjalankan sistem operasi berikut software, dengan spesifikasi minimal yaitu Processor Intel Pentium IV, 1.6 GHz atau Intel Pentium Celeron 1,6 Ghz dan memori RAM minimal 256 Mhz, space Harddisk minimal 5 Gb, spesifikasi komputer atau laptop yang disarankan yaitu Processor Intel Pentium Dual Core 2.0 GHz dan memori RAM 2 Gb space Harddisk minimal 7 Gb.
  2. Beberapa software IDE (Integrated Development Environment) GUI (Graphical User Interface) yang digunakan dalam penelitian ini harus memiliki kemampuan yang baik dan beroperasi dengan stabil didalam sistem operasi Linux Ubuntu antara lain sebagai berikut :Hardware terdiri atas avr downloader kit digunakan pada komponen atmega8 dan atmega8535 dengan menggunakan port usb, alternatifpengganti port serial atau parallel ke port usb.
    1. Kontrollerlab versi 0.8.0beta1, memerlukan beberapa library dari KDE (K desktop Environment), software ini terdiri atas compiler dan debugger serta downloader, untuk downloader sebelumnya telah terpasang avrdude dan uisp (opensource software dengan lisensi GNU GPL).
    2. Eagle versi 5.8.0, freeware pembuat rangkaian elektronika / pcb.
  3. Hardware terdiri atas avr downloader kit digunakan pada komponen atmega8 dan atmega8535 dengan menggunakan port usb, alternatifpengganti port serial atau parallel ke port usb.

Implementasi AVR di Linux saat ini

Saat ini sudah ada yang mampu mengimplementasikan praktek mikrokontroller AVR menggunakan sistem operasi Linux, terutama lewat konsole atau terminal (command prompt), salah satunya Khoirul Umam. Saat ini beliau bekerja di PT. Nurul Fikri Cipta Inovasi sebagai Staff Teknik Komputer, konsentrasi mengajar beliau pada bidang Microcontroller dan Robotic.
Kebanyakan mahasiswa terutama praktisi komputer, khususnya yang hobi membuat program file untuk AVR, lebih cenderung menggunakan software dan sistem operasi yang bajakan, karena kemudahan penggunaan dan prosesnya lebih cepat dan efisien, namun terkadang tidak mengetahui bagaimana proses atau cara kerja sebuah software dalam proses penulisan dan pengeksekusian file ke dalam hardware chip AVR, berbedajika menggunakan sistem operasi Linux, karena proses penulisan file program dapat dilihat, dipelajari, dan dipahami melalui terminal.
Maka solusi yang tepat untuk menghindari pembajakan software, yaitu dengan membeli sistem operasi yang berlisensi dan komersil atau jika tidak ada dana, dapat menggunakan yang freeware atau menggunakan sistem operasi alternatif seperti Ubuntu, yang mudah dipelajari bagi pemula yang ingin migrasi dari sistem operasi yang berbayar, menuju sistem operasi yang gratis dan opensource (kode terbuka).

Sumber : http:// id.wikipedia.org, Skripsi Imannudin, ST

Iklan

4 thoughts on “Mikrokontroler AVR dan Linux

  1. Having read this I thought it was very enlightening.
    I appreciate you taking the time and energy to put this content
    together. I once again find myself spending a significant amount of time both reading
    and leaving comments. But so what, it was still worth it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s