Goresan Pena Untuk Calon Isteriku..!


Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh

Untukmu, calon isteriku….
Tangan ini mula menulis apa yang telah
dirangkai oleh hati ini didalam qalbu. Aku
mulai bertanya-tanya adakah aku sudah
seharusnya mula mencari sebagian diriku
yang hilang. Bukanlah niat ini disertai nafsu
tetapi atas keinginan seorang muslim
mencari sebahagian agamanya.

Acapkali aku mendengar bahwa ungkapan
“Kau tercipta untukku”. Aku awalnya kurang
mengerti sebenarnya apa arti kalimat ini
karena diselubungi jahiliyah.
Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan
kepada diriku, kini aku mengerti bahwa
suatu hari nanti aku harus mengambil suatu
tanggung jawab yang memang diciptakan
khas untuk diriku, yaitu dirimu. Aku mulai
mempersiapkan diri dari segi fisik, spiritual,
dan juga intelektual untuk bertemu
denganmu. Aku menginginkan pertemuan
kita yang pertama, aku kelihatan
“sempurna” dihadapanmu, walaupun
hakikatnya masih banyak lagi kelemahan
diri ini. Aku coba mempelajari arti dan
hakikat tanggungjawab yang harus aku galas
ketika dipertemukan dengan dirimu.

Aku coba membataskan pembicaraan
dengan gadis lain yang hanya dalam
lingkaran urusan penting. Karena aku risau
membicarakan rahasia diriku kepadanya,
karena seharusnya engkaulah yang harus
mengetahuinya. Karena dirimu adalah
sebahagian dariku dan ianya adalah hak
bagimu untuk mengetahui secara zahir dan
batin diriku ini.
Apabila aku memakai kopiah aku di gelar
ustadz. Diriku diselubungi jubah aku digelar
syaikh. Lidahku mengajak manusia ke arah
ma’ruf digelar da’i. Bukan itu yang aku pinta
karena aku hanya mengharapkan keridhoan
Allah ta’ala.

Yang aku takuti aku mula didekati wanita
karena perawakanku dan perwatakanku,
baik yang indah berhijab atau yang ketat ber
t-shirt semuanya singgah disisiku. Aku risau
imanku akan lemah. Diriku tidak dapat
menahan dari fitnah ini. Rasulullah
shalallahu’alauhiwassalam pernah bersabda,
“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah
(ujian) yang lebih bahaya untuk seorang
lelaki melainkan wanita” (Hadits Riwayat
Bukhari & Muslim).

Aku khawatir amalanku
bukan sepenuhnya untuk Rabb ku tetapi
untuk makhlukNya. Aku memerlukan
dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku
khawatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku
menyebabkan diriku di campakkan ke
neraka meninggalkan kau seorang diri di
surga.
Aku sukar mencari dirimu karena dirimu
bagaikan permata bernilai diantara ribuan
kaca menyilau.Tetapi aku yakin jika
namamu yang ditulis di Lauhul Mahfudz
untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan
Allah tanam untuk diri kita.
Tugas pertamaku bukan mencarimu tapi
mensholehkan diriku.
Sukar untuk mencari sholehah dirimu andai
sholehku tak sebanding dengan
kesholehanmu.

Janji Allah pasti kupegang dalam misi
mencari dirimu. “Wanita yang baik adalah
untuk lelaki yang baik “.
Jiwa remajaku mula meracau mencari cinta.
Matang kian menjelma dan kehadiran
wanita amat terasa untuk berada disisi.
Setiap kali aku merasakannya aku
mengenangkan dirimu. Disana engkau setia
menungguku tetapi aku curang kepadamu
andai aku bermain dengan cinta
fatamorgana. Sampaikan do’amu kepada
diriku agar aku dapat menahan gelora diri
disamping aku mengajukan sendiri doa
perlindungan diri.

Bukan harta, rupa, dan keturunan yang aku
pandang dalam mencari dirimu. Cukuplah
agama sebagai pengikat kasih diantara kita.
Saat dimana aku bakal melamarmu akan
kulihat wajahmu sekilas agar mencipta
keserasian diantara kita karena itu pesan
Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis
mata unta, wajah bersih seakan putih telur,
ataupun bibir merah delima, tapi cuma
akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan
dan akhlak seindah budi. “Wanita itu
dinikahi karena empat perkara: karena
hartanya, kemuliaan nasabnya,
kecantikannya, dan karena agamanya. Maka
nikahilah wanita yang baik agamanya
niscaya kamu beruntung.”(Hadits Riwayat
Bukhari no.5090, Muslim no.1466)

Jika aku dipertemukan denganmu akan
kujadikan syara’ sebagai dinding kita, akan
kujadikan akad nikah itu sebagai tanda halal
untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita
bersatu setelah pernikahan agar kita dapat
menikmati indahnya pernikahan yang
menjanjikan ketenangan jiwa, ketentraman
hati dan kedamaian batin.
Doakan diriku ini agar tidak berputus asa
dan sesat dalam misi mencari dirimu
karena aku memerlukan dirimu untuk
menggenapkan sebahagian agamaku.

Dariku, calon suamimu….

Wassalamualaikum warahmatullahi

sumber : dari tulisan temen di Google Plus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s