Nasehat dalam Menimba Ilmu Agama Islam


Bismillah, Teman2 Sekalian Kali ini Merupakan Nasehat Singkat dari Ustadz Muhammad Afiffuddin Mengenai Menuntut Ilmu Syar’i yang Baik dalam Daurah/Pengajian Umum Pembahasan Ilmu dan Amal

Tujuan belajar ilmu agama, setiap yang dipelajari harus bertahap dan dimatangkan, jika diambil secara keseluruhan dalam satu waktu, maka ilmu yang dia dapatkan tsb akan menghilang dan lari secara keeluruhan juga, dikarenakan manusia mengambil manfaat ilmu agama tidak secara bertahap, juga akal dan daya tangkap manusia yang terbatas.

Maka mengambil Ilmu dimulai dari yang dasar kemudian pertengahan dan yang luas, maka harus diambil secara bertahap.

Dalil dari Alqur’an dalam Surah Al-Isro’ 116

bagian dari belajar ilmu yang secara bertahap meliputi

5 Ilmu Alat

  1. Dasar-dasar Bahasa Arab
  2. Ushul Hadits
  3. Ushul Fiqh
  4. Ushul Tafsir
  5. Kaidah-Kaidah Fiqh

 Aqidah

  1. Dasar-dasar ilmu Aqidah
  2. Ushul Sunnah
  3. Tauhid
  4. Aqidah Umum

Syari’at

  1. Fiqh Ibadah
  2. Thaharoh
  3. muamalah
  4. siyasah

 Untuk mendapatkan Kesuksesan dalam belajar Ilmu Agama maka harus dilakukan:

  1. Menghapal Mukhtashor/Ringkasan Ilmu itu sendiri
  2. Membacakan Mukhtashor agar betul bacaannya dan minta syarahnya melalui guru yang mapan/mumpuni dan Mutqin Ilmunya.
  3. Tidak boleh menyibukkan diri dengan Kitab-Kitab yang besar2 sebelum matang bacaan mukhtashornya.
  4. Jangan pindah dari satu kitab ke kitab yang lain sebelum mengkhatamkan/selesaikan pelajaran pada kitab sebelumnya.
  5. Memiliki Tekad Bulat dan Semangat yang tinggi.
  6. Harus menghiasi Ilmunya dengan Amalan agar ilmu yang dia miliki bermanfaat.
    1. Ciri2 ilmu yang bermanfaat:
      1. mengamalkan ilmu tersebut; seperti pohon yang berbuah
      2. tidak suka dipuji,disanjung,dan sombong dengan ilmu yang dimilikinya
      3. semakin bertambah ilmunya semakin tawadhu
      4. Su’udzan dengan dirinya sendiri, dan husnudzhan dengan orang lain.

Ada beberapa hal perangai-perangai buruk yang harus ditinggalkan:

  1. hati-hati kamu dari orang yang sejengkal ilmunya [timbul rasa sombong]
    1. ilmu itu ada 3 jengkal:
      1. masuk ke jengkal 1 maka jangan sombong
      2. masuk ke jengkal 2 dia tawadhu
      3. masuk ke jengkal 3 dia merasa belum banyak ilmunya.
  2. Dalam menimba Ilmunya ada niat minta di puji/ dipanggil ustadz/ orang Alim dsb [tidak ikhlash dan minta dipuji untuk menampilkan dia sebagai seorang Alim]

Imannudin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s