Biografi Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullahuta’ala


Nama dan Nisbah

Muqbil bin Hadi bin Muqbil bin Qoidah Al-Hamdani Al-Wadi’i Al- Khilali dari Qobilah Alu Raasyd.

As-Syaikh adalah seorang warga negara Yaman, kabilahnya Al-Wadi’i termasuk dari kabilah besar Al-Hamdani. Beliau dilahirkan di kampung halamannya di desa kecil bernama “Dammaj” (Sa’adah). Kunyah beliau Abu Abdurrahman.

Tanggal kelahiran dan umurnya
Kami tidak tahu secara persis tahun kelahiran Syaikh dan Syaikh sendiri memperkirakan umurnya pada tahun 1420 H dan kemudian mengatakan : “Dahulu orang tua kami tidak ada yang perhatian dengan kalender dan umur saya kurang lebih (65 atau 66 atau 67 tahun).”

Pernah disebutkan bahwasanya beliau dilahirkan pada tahun 1352 H, kalau benar apa yang dikatakan Syaikh, maka Syaikh ketika wafat umurnya kurang lebih sekitar 70 tahun. Ada kemungkinan lain, yakni beliau wafat umurnya dibawah 70 tahun dan diatas 60 tahun. (yakni di Jeddah, Saudi Arabia tgl 21/07/2001 Masehi, yakni sekitar 29 Rabi’ul Akhir 1422 H, red). Wallahu a’lam bisshowab.

Istri-istri beliau

Beliau memiliki tiga orang istri, dan urutannya sebagai berikut :
1. Ummu Abdurrahman Al-Wadi’iyyah, telah meninggal dunia pada hari Kamis 8/3/1422 H.
2. Ummu Syua’ib Al-Wadi’iyah, dan dia memiliki beberapa tulisan diantaranya :”الصحيح المسند من فضائل آل بيت النبوة”
“Kumpulan hadits-hadits shahih dari keutamaan keluarga Rasul-Shalallahu ‘alaihi wasallam”
3. Ummu Salamah Al-‘Amroniyyah, dan dia memiliki beberapa tulisan diantaranya bantahan kepada orang-orang bermanhaj haroki yang berjudul : ” تحذير الفتاة العفيفية من تلبيسات الزنداني الخبيثة”
“Peringatan dari gadis yang menjaga kehormatan dirinya dari tipu daya (Abdul Majid) Az-Zindani yang jahat”

Anak-anak Syaikh

  1. Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah, beliau dibantu oleh beberapa Nisa’ (wanita) yang mengajar di Madrasah khusus wanita, dan beliau memiliki beberapa tulisan diantaranya :a) الصحيح المسند في الشمائل المحمدية” ” (dua jilid). Kumpulan Hadits-hadits Shahih tentang kepribadian Rasulullah- Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
    b) “الجامع الصحيح في العلم و فضله”
    Kata Syaikh tentang dua tulisan tersebut diatas : “Tidak ada duanya yang sepertinya dalam topik yang sama.”
    c) Tahqiq kitab : “السنة لإبن أبي عاصم ”
    d) Nashihati linnisaa. “Nasihatku untuk wanita”
    e) Dan dia sekarang lagi mengerjakan kitab:”الصحيح المسند من السيرة النبوية”
    “Kumpulan Hadits-hadits shahih dari sejarah Nabi – Shalallahu ‘alaihi Wasallam”.
    f) Dan masih banyak lagi dari tulisan Ummi Abdillah.
    2. Ummu Ayub Al-Wadi’iyyah.

    [Sumber : Lihat kitab “Al-Ibhaj”]

Apa yang aku lihat di Dammaj

(Surat dari Al-Akh Al-Fadhil Abi Sulaiman Al-Qatri Hafidzahullah)

إنّ الحمدلله نحمده ونستعيته ونستغفره, ونعوذ بالله من شرر أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهده الله فهو المهتدي ومن يضلل له فلا هادي له , أشهاد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, و أشهد أن محمدا عبده و رسوله.
{ يٌا أيهالذين آمنوا اتقوا الله حقّ تقاته , ولا تمتنّ إلا وأنتم مسلمون }, { يٌا أيها الناس اتقوا ربّكم الذي خلقكم من النفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منهما رجالا ونسآء واتقوا الله الذي تسآءلون به والآرحم ,إنّ الله كان عليكم رقيباً}, { يٌا أيهالذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم , ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيماً}
أما بعد :

Aku telah lama mendengar tentang dakwahnya Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i –Rahimahullah- di Negara Yaman, akan tetapi aku tidak memiliki gambaran lengkap tentangnya. Dan dahulu aku mengira bahwasanya semua yang dilakukan disana yakni Syaikh memberikan sebagian mata pelajaran, menulis sebagian kitab, dan di sekitar beliau sebagian murid-muridnya dan selesai perkara ?!.

Akan tetapi, ketika aku mulai mendengarkan kaset-kaset Syaikh, dan beliau berbicara tentang dakwahnya, tersebarnya dakwah beliau, dan tentang kesungguhan murid-muridnya dalam belajar, maka mulailah aku merasa di dalam diriku bahwa gambarannya ternyata lebih besar dari dugaanku.

Mulailah aku bertanya dan memperhatikan dari siapa saja yang telah pergi kesana, aku berjumpa dengan mereka (yang pernah duduk di majlis syaikh Muqbil, red) dan duduk bersama mereka. Akan tetapi sangat disayangkan sekali mereka tidak memberikan gambaran yang sebenarnya, bahkan mereka menakut-nakuti dan menghalang-halangi dari keinginanku tanpa mereka sadari !!

Dahulu dari kebanyakan pembicaraan mereka (yang pernah duduk di majlis syaikh Muqbil, red), bahwasanya keadaan disana sangat sulit sekali penuh rintangan dan halangan, dan sedikitnya makanan dan tidak adanya prasarana yang memadai… dan… dan… dan…. Mereka menyebutkan semua berbagai macam dari sisi kekurangan, dan dari kebanyakan yang mereka nukil berlebihan, mereka tidak menyebutkan sama sekali gambaran mulia yang ada di sana.

Namun aku merasa tidak akan dapat berhenti atas kenyataan yang terjadi sebelum aku melihat sendiri dengan mata kepalaku, dan mulailah aku mengambil jalan pintas dari perantara yang meriwayatkan kabar itu, karena mereka telah menambah dan menguranginya.

Dahulu aku sudah pernah membaca hadits-hadits yang datang tentang keutamaan-keutamaan orang-orang Yaman, disini akan aku sebutkan sebagiannya :

1) عن أبي هريرة –رضي الله عنه- عن النبي- صلى الله عليه وعلى آله وسلم- قال : “أتاكم أهل اليمن, هم أرق أفإدة, الإيمان يمان, والفقه يمان, والحكمة اليمانية”-متفق عليه-.

Artinya : Dari Abi Hurairah (Radiyallahu ‘Anhu) dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, beliau bersabda : “Telah datang kepada kalian Ahlul Yaman, mereka orang yang lemah lembut hatinya, Iman itu di negara Yaman, dan fiqih itu di negara Yaman, dan Hikmah di negara Yaman”. (Muttafaqun ‘alaihi).

2) عن ابن عمر –رضيالله عنهما- قال : قال رسول الله –صلى الله عليه والسلام- : “اللهما بارك لنا في شامنا, “اللهما بارك لنا في يمانينا”, قالوا يا رسول الله وفي نجدنا, قال : “اللهما بارك لنا في شامنا, اللهما بارك لنا في يمانينا”, قالوا يا رسول الله وفي نجدنا, قال:” هناك الزلازل و الفتن وبها يطلع قرن الشيطان” ( أخرج البخاري ).

Artinya : Dari Ibnu Umar (Radiallahu ‘Anhuma) beliau berkata : bersabda Rasulullah (Shalallahu ‘Alahi Wassallam) : “Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara Syam, Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara Yaman”, berkata orang-orang Najd : “dan negeri kami Ya Rasulullah ?”, “Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara Syam, Ya Allah berikanlah berkah kepada kami (dan kepada) negara Yaman”, berkata orang-orang Najd : “Dan negeri kami Ya Rasulullah ?”. Bersabda Rasulullah (Shalallahu ‘Alaihi Wassallam): “Dari negri Najd timbulnya gempa dan dari sana timbulnya fitnah, dan dari sana pula munculnya tanduk syaithan”. (HR Bukhari).

3) عن إبن عباس-رضي الله عنهما- قال : بينما النبي صلى الله عليه و على آله و السلام إذ قال: “الله أكبر, الله أكبر, جاء نصر الله, وجاء الفتح, وجاء أهل اليمن, قوم نقية قلوبهم, لينة [طاعطهم] الإيمان يمان والفقه يمان والحكمة”

Artinya : Dari Ibnu Abbas (Radliallahu ‘Anhuma) beliau berkata : ketika Nabi (Shalallahu ‘Alaihi Wasallam) bersabda : “Allahu Akbar, Allahu Akbar, telah datang pertolongan Allah, telah datang kemenangan, dan telah datang Ahlul Yaman, kaum yang lembut hatinya, lemah lembut ketaatannya, Al-Iman di negara Yaman, dan Fiqih di negara Yaman, dan Al-Hikmah di negara Yaman”. [Diriwayatkan oleh : Ibnu Hibban di dalam “Shahihnya” (16/287) (no Hadits: 7298) dan At-Thabrani di dalam “Al-Kabir” (no Hadits:11903) (11904), berkata Al-Haithami di dalam “Al-Majma” (9/23): diriwayatkan oleh At-Tabarani di dalam kitab “Al-Kabir” dan di kitab “Al-Ausath” dengan yang satu dan Rijalnya Hadith semuanya Rijal yang shahih].

Maka mulailah aku bangkit dari tempat dudukku dan aku bersikeras untuk pergi ke tempat Syaikh, dan hal itu benar-benar kulakukan, dan aku telah pergi ke (tempat) Syaikh di akhir bulan Dzulqa’dah pada tahun 1418 H, walhamdulillah.

Dan aku duduk di tempat Syaikh kurang lebih sebulan, dan aku melihat perkara yang mencengangkan sekaligus membingungkan !! Aku melihat gambaran yang menakjubkan, yang tidak pernah aku bayangkan, sesungguhnya masih tersisa di zaman kita sesuatu (yang istimewa, red) darinya. Gambaran yang sangat menakjubkan bersinar indah sekali, penuh dengan ilmu dan dakwah kepada jalan Allah (Subhanahu Wa Ta’ala), penuh dengan persaudaraan dan persahabatan. Aku benar-benar merasa sangat bahagia.

Akan tetapi yang menyedihkanku sesedih-sedihnya, sesungguhnya kebanyakan pemuda Salafy dan Thalabatul ‘ilm sendiri, dan orang-orang negara Teluk sendiri, yakni tidak memiliki gambaran akan besarnya kesungguhan yang telah ditunjukkan oleh Syaikh bersama murid-muridnya didalam berdakwah dan belajar, begitu pula akan tingkat keberhasilannya. Walhamdulillah…

…Dan inilah dakwah yang penuh berkah,
Yang sangat sedikit ditolong, diperhatikan dan mendapatkan bantuan,
Tidak diberikan hak-hak yang sepantasnya,
Dan tidak pula (mereka) mengetahui kedudukan dakwah ini…
Allahul musta’an.

Tersebarnya dakwah Asy-Syaikh Muqbil

Jika kita melihat atsar (jejak) dari dakwahnya Asy-Syaikh, dan manusia banyak yang menerima dakwah beliau, dan tersebar luasnya dakwah beliau di segala penjuru dunia, membuat kita sangat terheran-heran sekali, bagaimana bisa Asy-Syaikh menyebarkan dakwahnya dengan kekuatan dan konsisten ? Bagaimana bisa dakwah ini methodenya bisa diterima di hati-hati manusia ? Padahal dakwahnya Asy-Syaikh dapat menarik hati para pemuda dari segala negeri, sampai-sampai negara kafir seperti Amerika dan Inggris.

Perkara yang sangat mengherankan, dahulu Asy-Syaikh tinggal di desanya yang sangat terpencil, desanya terletak (di lembah) diantara pegunungan jauh dari kota, dan Asy-Syaikh tidak memiliki alat telekomunikasi yang canggih, dan tidak memiliki media massa atau iklan-iklan, dan beliau tidak memiliki harta serta dunia yang dapat membawa manusia untuk mencintainya, dan beliau tidak memiliki pemancar televisi, dan tidak memliki pemancar radio dan tidak pula pompa bensin.

Sampai-sampai majalahpun yang terbit dari Markaznya (tidak ada), tidak ada buletin atau selebaran-selebaran dan tidak pula dari sesuatu yang berbau bisnis, semua yang diketahui oleh As-Syaikh adalah pelajaran-pelajaran ilmu yang bermanfaat, halaqah-halaqah dan mendidik para pemuda, dan yang diketahui oleh Asy-Syaikh adalah kitab-kitab Hadits dan kitab-kitab yang lainnya, dan dakwah yang independen.

Dan saya mempredikisi keberhasilan dakwahnya Asy-Syaikh Muqbil dapat menyatukan hati-hati manusia adalah karena kejujuran beliau dan karena keikhlasan beliau didalam berdakwah, bukanlah media-media yang berbau harta. Itu bukanlah segala-galanya, akan tetapi karena pertolongan Allah dan karena kehendak Allah itulah (kunci) keberhasilan.

Daarul hadits

Pondok Asy Syaikh (Daarul Hadits} ibarat sebuah komplek terdiri atas :
1) Perpustakaan yang cukup besar, didalamnya terdapat ruangan untuk komputer dan mesin fotokopi, untuk menulis dan memperbanyak tulisan-tulisan Asy-Syaikh dan murid-muridnya.
2) Ruangan cukup besar untuk menerima tamu-tamu yang datang.
3) Masjid yang cukup besar dan luas, ruang bawah untuk tempat tinggal santri, dan ruang paling atas untuk makan, kadangkala dipergunakan untuk belajar.
4) Rumah Asy-Syaikh yang sangat sederhana (terbuat dari tanah liat) dan tempat tinggal untuk santri dibagi dua untuk yang sudah berkeluarga dan yang belum berkeluarga.
5) Dapur umum yang cukup besar untuk mempersiapkan makanan para santri.
6) Pertokoan untuk keperluan sehari-hari, toko kitab dan tasjilat, warung telekomunikasi, depot-depot makanan, dan masih banyak lagi hampir semua kebutuhan sehari-hari ada disana.

Pondok Daarul Hadits di Dammaj didirikan kurang lebih pada tahun 1399 H oleh pendirinya, Al-Imam Al-Mujadid Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i (Rahimahullah) [Dikutip dari situs sanaa assalafiyah]

Tempat pertemuan Internasional

Sungguh sangat menakjubkan ketika kita melihat murid-murid Asy-Syaikh datang dari segala penjuru dunia, mereka meninggalkan dunia dibelakang mereka dan mereka datang untuk menuntut ilmu agama yang bermanfaat ini dan memiliki kemauan yang tinggi, dan ini benar-benar sebuah tempat konferensi Internasional untuk para pemuda Muslim.

Mereka datang untuk mencari pengetahuan tentang agamanya, sebuah tempat yang tidak ada duanya secara mutlak, kita bisa melihat ada mereka yang datang dari negara Amerika, Bahama, Inggris, Prancis, Jerman, Canada, Swedia, Senegal, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Somalia, Djibouti, Aromo, Sudan, Mesir, Maroko, Al-Jazair, Tunisia, Libya, Palestina, Yordania, Irak, Iran, UEA, Qatar, Saudi Arabia, dan masih banyak lagi dari berbagai negara. (Tidak lupa dari dalam negara Yaman dari utara sampai selatan, dari kota sampai desa, dari pegunungan sampai lembah, dari pelosok sampai daerah pantai, dari daerah yang mudah dijangkau sampai tempat yang sulit untuk dijangkau, dari satu daratan ke daratan yang lainnya, dari satu pulau ke pulau yang lainnya, disana terdapat jejak dari dakwah Asy-Syaikh Muqbil dan murid-muridnya – pent).

As-Sunnah di Dammaj

As-Sunnah di Dammaj benar-benar tampak dan ditegakkan, para pemuda merasa haus dan melahap ilmu-ilmu At-Tauhid, Aqidah, Fiqh, Hadits, dan yang lainnya dari ilmu-ilmu yang bermanfaat juga tidak lupa At-Tahdzir dari bid’ah dan hizbiyyah, mereka tidak gentar sedikitpun. Begitu pula keterikatan mereka dengan As-Sunnah dan apa yang telah datang dari Nabi (Shalallahu A’aihi Wasallam), As-Sunnah dan Salafiyyah mulia dan tertolong (di sana). Hampir-hampir tidak terlihat penyelisihan terhadap As-Sunnah, tidak ada penolong bagi perbuatan bid’ah, tidak ada tempat bagi Ahlil bid’ah dan Hizbiyyun serta orang-orang yang senang dengan perbuatan khurafat di Dammaj.

Fitnah di Dammaj

Bisa kami katakan : bahwasanya fitnah di Dammaj “tidak ada”, tidak ada kesyirikan, tidak ada bid’ah, tidak ada perempuan yang bersolek-ria, tidak ada musik, tidak ada kemungkaran dan kefasikan. Akan tetapi yang ada rasa aman dan tentram, setiap yang kalian dengar disana Al-Quran dan Hadits beserta ilmu dari keduanya. Dan semua apa yang kalian lihat As-Sunnah dan pengamalannya, berpegang dengan As-Sunnah dan menggigit Sunnah tersebut, adapun bid’ah dan hizbiyah terkalahkan dan terhinakan.

Menghafal

Menghafal di Dammaj sesuatu yang menakjubkan, bukan hal yang mengherankan kalau kalian melihat (di sana) banyak yang menghafal kitab “عمدة الأحكام” bahkan hafal kitab ,”بلوغ المرام”, “رياض الصالحين” (Riyadhus Sholihin dan Bulughul Maram) bahkan ada yang hafal “لصحيحين” !! (yakni kitab Shahih Bukhari dan Muslim, red).

Sesungguhnya kondisi di Dammaj membuat adanya penguasaan yang baik dalam hafalan, dalam situasi ilmiyah dan situasi yang jauh dari kesibukan dunia. (Maksudnya adalah orang dapat dengan mudah untuk menghafal karena ditunjang dengan situasi dan kondisi yang mendukung seperti jauh dari fitnah-fitnah dunia dan jauh dari kesibukan dunia sehingga seseorang dengan mudah menghafal Al-Quran, Hadits dan Ilmu-ilmu yang lainnya – pent)

Zuhud

Kalian dapat memperhatikan bahwa Asy-Syaikh dan murid-muridnya orang-orang yang paling jauh dari (kenikmatan) dunia, mereka orang-orang yang zuhud dengan dunia, mereka merasa gembira dengan keadaan yang sederhana karena mereka sibuk menuntut ilmu agama dan dakwah, walaupun sangat sedikit bantuan yang diberikan. Mereka akan menolak (bantuan), tidak mencari dari apa yang dapat merubah mereka dari menuntut ilmu agama yang bermanfaat ini. Mereka telah terbiasa hidup susah dan belajar bersabar dari serba kekurangan. Kami tidak memuji keadaan mereka dari meninggalkan makan dan kefakiran, dan tidak pula kekurangan bantuan atau harta, akan tetapi kemauan dan kesungguhan mereka adalah ilmu dan dakwah. Mereka menderita dan bersusah-payah berjuang dengan keras untuk ilmu yang bermanfaat ini. Akan tetapi ini semua di sisi mereka, lebih manis dari dari madu yang paling manis; telah bercampur menjadi satu di dalam hati mereka, belajar dan mengajar ilmu yang bermanfaat ini, sehingga hal itu terpancang dengan kokoh.

Partisipasi wanita

Dakwah yang penuh berkah dan kebaikan ini bukan hanya sebatas untuk kaum laki-laki saja, bahkan sampai-sampai para wanita yang belajar bersama Asy-Syaikhpun memiliki andil yang besar. Adapun untuk para wanita disediakan tempat yang khusus (masjid Nisa’), untuk mendengarkan pelajaran-pelajaran dan muhadlarah-muhadlarah Asy-Syaikh Muqbil. Anak perempuan terkecil Asy-Syaikh Muqbil (Ummu Abdillah), seorang penuntut ilmu agama yang pintar dan cerdas, pandai dalam ilmu Hadits dan memiliki tulisan-tulisan dalam ilmu Hadits, menghukumi keshahihan dan kedha’ifan hadits. Bahkan beliau mengajar di tengah-tengah kaum wanita pelajaran Fiqih, Aqidah, Hadits, Bahasa, dan lain-lain dari bidang keilmuan, terdapat beberapa Thalibat (penuntut ilmu dari wanita) yang sangat menonjol mereka memilki tulisan-tulisan bantahan kepada Hizbiyun Ashab Al-Jum’iyat dan Ahlul Bid’ah serta Ahli siasat yang menyesatkan !!!

Bahkan para wanita di seluruh pelosok Yaman menerima dakwah Salafiyyin dan mereka mencintainya, mereka membuang bid’ah dan khurafat…, walhamdulillah atas karunia yang diberikan oleh Allah (Subhanahu Wa Ta’ala).

Murid-murid Asy-Syaikh Muqbil di Dammaj

Murid-murid Asy-Syaikh Muqbil yang belajar bersama beliau (pada saat itu) kurang lebih seribu lima ratus orang murid mencurahkan kemampuannya dan konsisten di dalam belajar bersama Asy-Syaikh, mereka terus mengikuti pelajaran-pelajaran Asy-Syaikh dan tidak membeda-bedakan pelajaran. Jumlah mereka tiga ratus orang yang sudah berkeluarga dan sisanya belum berkeluarga; tempat tinggal yang sudah berkeluarga terpisah dari tempat tinggal yang belum berkeluarga (jaraknya sangat berjauhan) .

Rumah-rumah mereka sangat sederhana sebagian besar terbuat dari tanah, tidak ada prasarana untuk hidup bermewah-mewah. Atap rumah mereka dari dahan pepohonan, sebagian tempat tinggal terdapat listrik (ini khusus untuk yang berkeluarga) dan yang lain penerangannya dengan lampu bahan bakar gas (LPG) atau lampu tempel dengan bahan bakar minyak tanah. Tempat tinggal para pemuda yang belum berkeluarga adalah sebuah kamar yang kecil didalamnya terdapat kamar mandi dan dapur kecil yang sangat sederhana.

Adapun di musim liburan bertambah jumlah penuntut ilmu agama sampai kurang lebih lima ribu orang !!! (Sekarang jumlah mereka di hari-hari biasa mencapai kurang lebih empat ribu sampai lima ribu orang dan ketika musim liburan bertambah sampai delapan ribu orang-pent).

Murid-murid Asy-Syaikh Muqbil dan penolong-penolongnya di seluruh Yaman
Diperkirakan jumlah orang yang pernah belajar dengan Asy-Syaikh Muqbil kurang lebih seratus ribu orang, ini bukanlah melebih-lebihkan !!

[Aku diberi masukan tentang jumlah ini dari murid-murid Asy-Syaikh yang duduk dengan Asy-Syaikh bertahun-tahun, dan mereka sudah berkeliling dari kebanyakan desa-desa di seluruh Yaman mereka melihat dan berjumpa dengan kebanyakan murid-murid Asy-Syaikh dan mereka menyaksikan sendiri perkumpulan dan kegiatan yang dilakukan yakni belajar dan mengajar].

Banyak dari mereka yang menonjol di bidang keilmuan, dan sangat menakjubkan betapa hebatnya keilmuan mereka dan kecerdasan dalam menimba ilmu yang bermanfaat ini, sungguh tidak ada duanya !!

Adapun penolong-penolong Asy-Syaikh dan yang mencintainya sangat banyak tidak bisa di hitung, tidaklah kalian pergi ke suatu desa atau tidaklah kalian membalikkan batu di puncak gunung atau di dasar lembah, kecuali kalian jumpai disana jejak dari dakwahnya Asy-Syaikh Muqbil (Rahimahullah) dan murid-murid serta penolong-penolong, yang mencintai beliau yang menyeru kepada Sunnah, mereka berjuang dan membela Sunnah.

Sumber : Biografi Ulama’ Termahsyur

Imannudin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s