Bahaya Sihir


Bismillah, kali ini abuhirr akan menceritakan Sekilas tentang Sihir, sedikit diambil dari pembukaan tema sihir didalam majalah asysyariah.

Sihir berkedok ‘pengobatan spiriritual’, ‘transfer bioenergi’, ‘penggalian jatidiri’, ‘ruwat’, ‘ilmu khodam’, ‘daya laduni’, dan sejenisnya, kian menjamur di negeri ini. Sebutan untuk sang pakar pun kian ‘ilmiah’,  bukan lagi dukun/ orang pintar, tetapi juga supranaturalis, ahli metafisika dan geopati, paranormal, penghusada, dan sebagainya. Bahkan tak sedikit  yang menyandang gelar doktor walau cuma honoris causa -itupun diduga palsu-. Meski tak semua bentuk pengobatan alternatif yang ada menggunakan klenik-mistis, tetapi kehati-hatian tetap harus kita kedepankan.
Sihir dan sejenisnya dari lingkup ilmu-ilmu hitam makin populer saja belakangan ini. Para ‘pakar’ berikut iklan ‘pengobatan’-nya hampir tak pernah absen mengisi halaman media. Merekalah yang disebut dan diagung-agungkan sebagai ‘penguasa alam’, seakan-akan hanya merekalah yang mengetahui dan menguasai rahasia kehidupan.
Eksistensi mereka kian diperkuat dengan dongeng-dongeng takhayul khas nenek moyang, utamanya yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan nusantara di masa lampau. Jadilah semua itu sebagai sebuah ajaran dan aliran tersendiri yang dibahasakan sebagai bagian dari agama.
Ironinya, sebagian masyarakat muslim kian terbentuk akal dan pikirannya dengan semua itu. Lahirlah kemudian keyakinan yang berasal dari akal yang jumud yang tergantung dan menggantungkan segala-galanya kepada orang-orang ‘sakti’ itu.
Bahagia atau sengsara, senang-susah, sehat-sakit, berhasil atau gagal, maju atau mundur, seolah-olah ditentukan oleh mereka. Umat pun mulai lupa akan kekuasaan dan ketentuan Allah.

 

Definisi Sihir
Secara etimologis atau bahasa, sihir diartikan sebagai sesuatu yang halus dan tersembunyi sebabnya (Mukhtar Ash-Shihah, hal. 208 dan Al-Qamus, hal. 519). Oleh karena itu waktu sahur di malam hari disebut dengan sahur karena aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada waktu itu tersembunyi.
Adapun secara terminologis (istilah), terjadi perbedaan pendapat di antara ulama dalam mengungkapkan dan mendefinisikan sihir. Di antara mereka ada yang mendefinisikan sihir sebagai jimat-jimat, jampi-jampi, dan buhul-buhul yang berpengaruh pada hati dan badan, yang mengakibatkan sakit, mati, terpisahkannya antara suami dan isteri atas izin Allah. Di antara mereka adalah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul ‘Aziz Sulaiman Al-Qar’awi dalam kitab Al-Jadid fi Syarah Kitabut Tauhid (hal. 153), Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin di dalamkitab Al-Qaulul Mufid (2/5), dan Asy-Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan dalam kitab At-Tauhid.
Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi t mengatakan: “Ketahuilah bahwa sihir tidak akan bisa didefinisikan dengan definisi yang menyeluruh dan lengkap karena terkandung banyak permasalahan. Dan dari sinilah berbeda ungkapan para ulama dalam mendefinisikan dan perselisihan yang jelas.” (Adhwa-ul Bayan, 4/444)
Namun dari kedua tinjauan ini, sangat jelas bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh dalam kehidupan manusia. Sihir merupakan bentuk perbuatan tersembunyi yang akan memberi pengaruh terhadap badan, pikiran, dan hati seseorang dengan bantuan ‘makhluk halus’ baik melalui jampi-jampi, ikatan-ikatan buhul yang berakibat merusak badan, pikiran, dan hati seseorang.

 

Sumber : http://asysyariah.com/sihir-di-sekitar-kita.html

Imannudin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s