Cara Mudah Membangun Distro Linux Sendiri [buku saku]


Bismillah, Kepada temen-temen para pembaca blog abuhirr yang sederhana ini Rahimakumullah, Kali ini abuhirr ingin berbagi sedikit tentang bagaimana cara membangun Distro Linux dari dasar hingga membangun sebuah komunitas. selamat membaca

Distro adalah Istilah umum yang digunakan untuk menunjukkan variasi/macam-macam sistem operasi GNU/Linux. Bukan istilah sebuah toko yang menjual baju-baju gaul. Membangun distro Linux saat ini sudah sangat mudah, hingga saat ini sudah banyak bertebaran tool/alat yang dapat membantu membangun dan meracik distro Linux dari distro asal atau turunannya. Jadi bagi kalangan pemula atau user biasa maupun yang sudah lama berkecimpung di dunia opensource sudah dapat membangun dan meracik distro Linux dengan citra rasa user itu sendiri dengan mudah.

Perbedaan distro Linux remaster dengan distro turunan adalah sebagai berikut:

distro remaster merupakan distro yang dimodifikasi dari distro asalnya tetapi remaster, tidak memiliki repositori sendiri dan pengembang yang senantiasa membuat aplikasi baru khusus untuk distro turunan tesebut, distro turunan juga merupakan distro yang memodifikasi dari distro asal, akan tetapi distro turunan memiliki repositori sendiri dan mempunyai aplikasi khusus yang tidak dimiliki distro asal, serta terdapat pengembang yang juga melakukan pembenahan-pembenahan “kutu” yang ada atau bugs. (buku pengembangan blankon, irwan arwanus kautsar).

Membangun Distro Linux dapat memotivasi untuk membangun sebuah komunitas, salah satu komunitas di Indonesia yang mengembangkan distro Linux adalah pengembangan distro Linux IGOS Nusantara, Blankon, dan yang lain sebagainya, Blankon merupakan distro linux yang dibangun oleh beberapa komunitas yang besar di Indonesia.

Secara Umum pengertian komunitas adalah sebagai berikut:

  • Komunitas adalah Sekumpulan manusia*

  • Komunitas adalah kesamaan minat,

  • Komunitas adalah kebutuhan sosial,

  • Komunitas adalah kemajemukan,

  • Komunitas adalah SATU tujuan,

Keberadaan komunitas sangatlah penting mengingat komunitas merupakan tempat untuk bertemu orang-orang yang mempunyai kesamaan minat, sebagai konsekuensi kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang mempunyai kebutuhan sosial. Tapi, merupakan kodrat juga kalau wajah kita tidak sama, warna rambut beda, sampai isi dompet pun berbeda pula, untuk itu wajar kalau mempunyai pendapat juga berbeda, apalagi distro, sangatlah dimungkinkan beda, oleh karena itu pasti adanya kemajemukan. Tapi, orang yang ingin bergabung dengan komunitas ini merupakan orang- orang hebat, mengapa disebut orang-orang yang hebat?, itu disebabkan karena mereka :

  1. Meluangkan sesuatu yang berharga(waktu, pemikiran, tenaga dan isi dompet) demi SATU tujuan komunitas.

  2. Mempunyai kesamaan minat, dan berusaha mencuci otak(baca: mengajak) orang lain agar mempunyai minat sama, karena yakin dan seyakinnya bahwa minat ini sangatlah baik-sebaiknya, dimana ajakan itu demi SATU tujuan komunitas.

  3. Mempunyai sifat sosial yang tinggi, yaitu selalu berbagi atas sesuatu yang berharga (waktu, pemikiran, tenaga dan isi dompet), ke anggota komunitas lainnya demi SATU tujuan komunitas.

  4. Mempunyai sesuatu yang berharga(waktu, pemikiran, tenaga dan isi dompet) yang berbeda-beda tiap anggota komunitas, tapi mempunyai kesamaan sama yaitu SATU tujuan komunitas yang sama.

Nah intinya Komunitas adalah SATU tujuan, Nah kalau tujuan kita sama, mengapa kita membuat komunitas yang berbeda beda? Pertanyaan:”Apa ada kesamaan antara komunitas pecinta keamanan dan komunitas pecinta teror?” Jawabnya:” sama-sama mempunyai tujuan sama, yang satu mencintai keadaan aman, yang satu mencintai terong.., eh teror”. Pertanyaan:”Apa perbedaan komunitas pecinta keamanan dan komunitas pecinta teror?” Jawabnya:” Cara untuk mencapai tujuan yang berbeda, terlepas tujuan tersebut benar atau salah”.(Menurut saya perbuatan teror di Indonesia yang terjadi saat ini, dengan BOM atas nama agama dan membawa korban jiwa, itu salah besar) Jadi apapun namanya komunitas pastilah mempunyai SATU tujuan yang sama, cuman berbeda cara mencapai tujuan itu. Komunitas pemerhati Aplikasi FOSS[Free OpenSource Software] sangatlah banyak, sebut saja Komunitas lokal Pengguna Linux. Ada JoXer, KLAS dan sebagainya, nama dan caranya aja beda, tetapi tujuannya tetap sama. (buku pengembangan blankon, irwan arwanus kautsar).

Untuk membangun sebuah distro linux yang baik dan terstruktur sesuai dengan tujuan yang diinginkan adalah perlu adanya tim-tim khusus untuk menyelesaikan beberapa bagian dari keseluruhan distro linux tersebut.

Persyaratan atau resep dan tips yang perlu diterapkan pada proyek distro linux minimal harus mengetahui dan mempelajari sebagai berikut:

  1. Memahami desktop;

  2. Memahami repositori software atau server sumber aplikasi;

  3. Memahami desain dari distro linux secara keseluruhan;

  4. Meninjau dan menstabilkan software yang perlu dipasang agar berjalan dengan baik;

  5. Manager bugs/kutu atau maintenant distro; dan

  6. Meninjau Distro yang sudah jadi ke beberapa perangkat komputer maupun laptop/netbook.

Moga Bermanfaat

Udien

Iklan

3 thoughts on “Cara Mudah Membangun Distro Linux Sendiri [buku saku]

    • Kelemahannya,ada pada maintenance yg sulit, tidak sama dukungannya dengan distro linux yg sudah terkenal dan besar dimana2, softwarenya tidak baru/msh versi lama…kelebihannya ada pada kestabilan system, kompatibilitas dengan hardware yg lama, dan tetap stabil atau bugnya lebih diminimalisir, software terkumpul dengan baik, walaupun fitur terbaru pada software tidak kita dapatkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s