Syaikh Badr bin Muhammad al-Badr hafidzahullah, [Sesi II] Daurah Umum Masyaikh


Berikut Transkip/Resume SESI II daurah Umum di Masjid Agung Manunggal Bantul, Bersama Asy-Syaikh Badr bin Muhammad Al-Badr : [afwan masih Berantakan]

Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah, sesungguhnya segala pujian milik Allah. Kami memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepadaNya,  kita memohon ampun kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa-jiwa kami, serta kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang disesatkan maka tidak ada yang memberi hidayah, dan barangsiapa yg diberikan hidayah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya.

Aku bersaksi tiada sesembahan yang hak disembah kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan  aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya.

Ya Allah semoga shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, seluruh keluarga dan para shahabatnya.

Pada sesi yang pertama telah dijelaskan, ayat “ Demi masa, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian.”

Kerugian yang dimaksud pada ayat ini adalah kerugian dan kehancuran dunia dan akhirat. Adapun kerugian di dunia adalah ketika seseorang tidak mendapat kebahagiaan dan keberuntungan dan tidak selamat dari kejelekan yang ia takuti. Dan kerugian di akhirat adalah azab yang pedih di neraka jahanam. Maka kerugian yang terbesar adalah kerugianagama. Sungguh jika kerugian perdagangan dan harta benda, rumah, dan pertanian  itu adalah kerugian yg ringan akan tetapi kerugian yang hakiki dalam hal agama adalah kerugian yang besar.

Lalu Allah menyebutkan “kecuali orang yang beriman…”

Kerugian yang disebut diatas, terkecualikan darinya orang yang beriman. Seperti yang disebut oleh Imam Mujahid Ibnu Jabr Rahimahulloh “sesungguhnya manusia berada dalam kerugian” bahwa orang yang merugi adalah orang-orang kafir dan tidak bagi orang yang beriman mereka mendapat kebahagiaan di akherat. Maka orang kafir merugi di dunia dan di akherat, sedangkan orang yang beriman selamat dan beruntung di dunia dan akherat.

Iman adalah pembenaran beserta penetapan terhadap sesuatu. Secara syari’at iman menurut ahlus sunnah wal jama,ah adalah keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan dan pengamalandengan seluruh anggota badan. Apabila engkau telah mengetahui ilmu maka amalkanlah, karena keimanan butuh pembuktian dengan perbuatan, dan tiada iman tanpa amalan.

Demikianlah definisi iman menurut ahlus sunnah perkataan keyakinan, ucapan dan perbuatan, iman bertambah karena amal ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan,kita berbeda beda dan bertingkat tingkat keimanan kita,

 

Kaum mukminin bertingkat keimanan mereka semakin bertambah ketaatan semakin bertambah imannya

Allah berfirman

Dan orang2 yang mndapat hidayah, Allah tambah hidayah mereka dan Allah tambahkan kepada mereka takwa, iman bisa bertambah

Jika kita berdzikir bertambahlah iman dan jika lalai maka saat itulah iman kita berkurang

Iman berkurang dari seseorang sampai tidak tertinggal sedikitpun keimanan

Rasul bersabda

“Iman itu kusam layaknya pakain, semakin lama semakin kusam dan berkurang keindahannya, demikian pula iman kalian, maka perbaruilah iman kalian.”

Hadits mengajarkan bahwa iman akan berkurang ketika bermaksiat,

Sebagaimana sabda Rasulullah

Bukan kefakiran yang aku takutkan menimpa kalian akan tetapi aku khawatirkan adalah dibukanya dunia atas kalian. Sehingga kalian berlomba untuk mendapatinya sebagaimana umat sebelum kalian, itu yang menghancurkan umat terdahulu dan itu pula yang akan menghancurkan kalian.

Telah ditanyakan oleh jibril kepada Rasul wahai Muhammad apakah iman, beliau menjawab

Iman adalah dengan engkau mengimani kepada Allah, kepada malaikat, kepada kitabNya, Para RasulNya, iman kepada Hari Kiamat dan engkau beriman terhadap Takdir yang baik dan yang buruk

Ini adalah rukun iman yang 6

Iman kepada Allah menuntut 4

1. Iman terhadap wujud Allah. Maka ini adalah bantahan terhadap tokoh filsafat.

2. Iman terhadap Rububiyah Allah, bahwa kita meyakini bahwa Allah yang menciptakan alam semesta ini maka yang di tuntut adalah tiada pencipta selain Allah

3. iman terhadap uluhiyyah Allah bahw kita meyakini tiada yang berhak disembah selain Allah. Maka tidak boleh kita memberikan peribadahan kepada selain Allah jika engkau berdo’a mintalah kepada Allah, jika engkau menyembelih persembahkanlah kepada Allah

4. kita meyakini bahwa hanya bagi Allah nama2 dan sifat2 yang mulai. Maka Allah maha Melihat, Maha mendengan, Allah Maha Kuat dan Maha besar. Maka demikianlah pada setiap nama-nama Allah terkandung sifat yang mulai, maka kewajiban kita adalah mengimaninya

Demikianlah iman kepada Allah menuntut empat perkara diatas. Jika seseorang mengingkari salah satunya maka dia bukan mukmin walau dia mengaku muslim atau mukmin.

Jika seseorang meyakini bahwa hanya Allah pencipta satu2nya tetapi enggan untuk beribadah hanya kepada Allah maka dia tidak beriman. Orang ini sebagaiman orang-orang musyrikin Quraisy sebagaimana yang Allah firmankan :

“Tanyakan kepada mereka siapa yang menciptakan alam semesta ini maka mereka pasti akan menjawab : “Allah”

Adapun rukun yang kedua adalah iman kepada malaikat Allah. Malaikat adalah makhluk Allah. Allah ciptakan mereka dari cahaya. Dalam shahih muslim Rasulullah bersabda :

Allah ciptakan para malaikat dari cahaya

Mereka adalah makhluk yang senantiasa taat kepada Allah, sebagian mereka kita ketahui nama-namaNya dan ada pula yang tidak kita ketahui. Dan kewajiban kita adalah mengimani mereka

Di dalam al-Qur’an disebutkan beberapanya diantaranya malaikat Jibril, Mikail, Malik sebagai penjaga neraka,sebagian ulama menyebutkan malaikat harut dan marut, israfil. Dan di dalam sunnah disebutkan malaikat mungkar dan nakir dan yang selain mereka yang tidak ketahui ketahi namnay sebagaiman yang Rasul sabdakan tentang baitul makmur di langit yang setiap hari ada 70000 malaikat yang masuk kepadanya dan setiap kali keluar mereka tidak kembali lagi

Dan para malaikat Allah tdknlah ada yg mngtahui melainkan Allah yg menciptakan, rasul pernah melihat jibril padanya 600 sayap yang mnutupi ufuk, sehiingga belau terjatuh pada kedua lututnya. Selain rasul tdk melihat ciptaan asli para malaikat, hanya saja trkadang mrka dating pada majlis walam wujud manusia

Sebagaiman yg diriwayatkan oleh umar, ketika kmi duduk bersam rasul dating seseorng ya sangat hitam rambutnya sangat putih bajunya tdk ada tanda2 safat dan tidak ada yg mengenalnya diantara kamu

Demikin juga ketika perang Badr, para malaikat turun membantu kaum mukminin namun mereka tidak melihatnya.

Adapun du akhirat maka penduduk jannah akan melihat para malaikat di surge kelak sebagaimana Firman Allah:

“Dan para malaikan masuk kepada mrk dari setiap pintu”

Adapun  rukun yang ke 3 adalah iman kepada kitab2 samawi yang turun dari langit

Al-Qur’an, Injil, Taurat, Zabur lembaran-lembaran yang turun kepada Ibrahim, bahkan kepada setiap Rasul

Maka rasul didalamnya hukum2 kejelasan dari Allah, lalau rasul sampaikan kepada umatnya. Ini merupakan kitab suci yng kita ketahui. Namun disana ada kitab-kitab suci yang tidak kita ketahui sampai sekarang. Maka yang wajib bagi kaum mukminin adalah mengimani kitab keseluruhan baik secara global maupun terperinci.

Kitab2 ini kitab suci yg allah turunkan adl kalamulloh, maka alquran adalah perkataan Allah. Allah berbicara dengan sebenar2nya dengan lafadz dan suara yga didengar oleh jibril yang kemudian disampaikan kepada para rasul, demikin pula taurat dan injil. Secara umum yang paling afdhol adalah al-Qur’an, dia menjadi muhimin bagi kitab sebelumnya, satu-satunya kitab suci yang Allah berjanji akan menjaganya. Sebagaimana Firman Allah :

“Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (al-Qur’an) dan kami pula yang akan menjaganya.”

Adapun kitab sebelumnya semua telah diubah-ubah dan diselewengkan sekarang ini. Semua itu telah dinodai dan diubah-ubah ayat per ayatnya. Karena Allah tidak berjanji untuk menjaganya. Adapun al-Qur’an maka tdk aka nada ygn mampu mngubah2nya hinggka hari kiamat kelak.

Iman kepada para Rasul

Para rasul      ……………..Allah memilih mereka. Maka jika kita mengatakan bahwa para rasul adalah laki2 maka tidak ada wanita yang menjadi seorang rasul. Jika kita katakan rasul itu dari kalangan manusia maka tidak ada jin yang menjadi seorang rasul. Allah sebutkan dalam alqur’an bahwa para rasul adalah dari keturunan Nuh dan iBrahim.

Para Rasul adalang penyampai risalah kepada umatnya. Adapun dalam ibadah, maka hendaklah seseorang meminta langsung kepada Allah, tanpa melaui perantaraan siapapun.

Para Rasul sangat banyak jumlahnya ada yang Allah dan Rasulnya sebutkan dan ada pula yang tidak. Nabi pertama adalah Adam dan Rasul pertama adalah Nuh dan Nabi dan Rasul terakhir adalah Muhammad.

Adapun nabi dan rasul yang terakhir adalah Muhammad dan yang paling afdhol. Belau adalah penutup para rasul. Sebagaiman firman Allah :

“Dan tidaklah Muhammad itu kecuali seorang rasul penutup para rasul dan telah dating sebelumnya para rasul”.

Adapun rasul sebelum belaiu Allah utus mereka kepada kaumnya secra khusus

Kami utus Nuh kepada umatnya

Sabda rasulullah

Seorang bani diutus hanya kepada kaumnya scra khsus adapun aku diutus kepada umata manusia keseluruhan”

Dan ini menjadi penutup risalah dan menjadi yang palang afdhol secara mutlaq, beliau yang mempun yaitu syafa’atul ‘udzma, belau yang mendapait pujian-pujian dari Allah, dan untuk beliau pintu surga dibukakan, aku berharap aku termasuk pada kaumnya kelak di hari akhirat

Rukun iman yang 5 adala iman kepada hari akhir

Dinamankan hari akhir krn dia trjd stlh hari dunia ini. Dan hari akhir brawal dari kematian seseorang sebgiman sabda rasul dalam riwayat tirmidzi :

Sungguh kuburan adalah manzilah petama dari manzilah-manzilahakhirat

Maka imanilah bahwa ketika kita mati maka kita akan dibangkitnkan dalam keadaaan telanjang tdn tanpa alas akaki

Demikin kita mengimani adanya tiomb angan sebagaiman firman Allah

Dan setiap manusia kmi tetapkan catatabnan itu pada setiap lehernya

Kita mengimani adanya Jembatan yang akan dibentangkan. Firman Allah :

Setiap kalian akan melewatinya

Manusia akan melewati jembatan tsb diaman ada besi2 pengain yang akan mencakar dirinya

Kita mengimani pula adanya surga dan neraka. Kita mengimani bahwa setelah kematian maka kita akan dibankitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatna kita selama hidup di dunia. Allah berfirman

Sebagaimana permulaan kami ciptakan mareka seperti itu pula kami akan mengembalikan mereka

Rukun iman yang ke-6 adalah iman kepada takdir

Dengan kita mngimani bhw apapun yag menimpa kita apa yg dicatat untuk kita tidak akan terlewat menimpa kita, kita mengimani bahwa apapun yg tdk menimpa kita maka tidak akan dapat menimpa kita. Kita meyakini bahwa kematian , sakit, musibah adlah Allah yang menentukan.

Jika ketika kita ditimpa musibah kita bersabar dan menbgharap pahala dari Allah maka ini adlah bukti kuatnya iman kita kapada Allah, namun jika kita berkeluhkesah maka ini bukti lemahnya imanmu kepada takdir Allah. Maka semua takdir adalah ketentuan Allah yang telah ditetapkan sebelum penciptaannya, sbgmana hadits ubadah ibnu shamit bahwa yg pertama kali diciptakan adalah pena kemudia Allah perintahkan padanya tulislah, apa yang haruak Aku tulis ya Allah, tulislah apa yang akan terjadi h

Sehingga apa yang akan terjadi telah Allah tulis di dalam lauhil mahfud. Allah telah menetapkan takdir segala sesuatu sebelum penciptaannya.

Itulah makna iman kepada takdir Allah subhanahu

“…Dan amal shalih….”

Engkau beriman kepada Allah engkau juga mengerjakan amalan-amalan yang yang shaleh seperti sholat, zakat haji dll

Berarti hal itu tdk akan menjadi amalan sholih kecuali terdapat 2 syarat yatiu keikhlasan dan muttaba’ah (mengikuti tatacara rasulullah)

Ikhlas terdapat pada firman Allah

“Dan tidaklah merka diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dan mengikhlaskan agama hanya untuk Allah.”

Adapun mutaba’ah sebagaimana Allah firmankan

“Katakanlah jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku maka Allah akan mencintai kalian.”

Amalan jika tidak ikhlas maka itu syirik, sedangkan amalan jika tidak ada tuntunan dari rasul maka itu bid’ah, itulah yang Allah sebutkan dalam ayat “ kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s