“MUWAAZANAH” (Bagian Keempat)


Bismillah, Lanjut lagi nich… semoga bermanfaat

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah ditanya :

———————————————————

“Wahai Syaikh kami -semoga Allah azza wa jalla menjaga anda-….

diantaranya MEREKA BERDALIL dengan SEBAGIAN PERKATAAN ULAMA TENTANG SEORANG PERAWI SYI’AH seperti si FULAN TSIQOH (terpercaya) dalam periwayatan hadits NAMUN DIA BERPEMIKIRAN RAFIDHAH yang busuk.

Mereka berdalil dengannya, dan MENGINGINKAN KAIDAH INI DITERAPKAN SECARA SEMPURNA tanpa mau memandang ribuan nash yang menerangkan kedustaan para pendusta yang matruk-khabits !!!”

Asy-Syaikh -rahimahullah- menjawab :

INI ADALAH CARA BID’AH, ketika seorang yang mengerti hadits membicarakan orang yang shalih, ‘alim lagi faqih KEMUDIAN MENYATAKAN KEJELEKAN HAFALANNYA misalnya adakah si ‘alim ini tetap akan mengatakan bahwa orang ini adalah seorang muslim, orang yang shalih lagi faqih dan dia merupakan tempat rujukan hukum-hukum syari’at…!!! Allahu akbar.

Hakikat kaidah yang lalu sangatlah penting (yakni “SEMUA KEBAIKAN IALAH DENGAN MENGIKUTI ULAMA SALAF”, pen) terkandung didalamnya berbagai cabang permasalahan, khususnya dizaman sekarang.

Darimana mereka mendapatkan kaidah ini (Muwaazanah, pen) -manakala sudah saatnya MENERANGKAN KESALAHAN SEORANG MUSLIM BAIK DIA SEORANG DA’I ATAU BUKAN- harus mengadakan ceramah dan MENYEBUTKAN SEMUA KEBAIKAN ORANG TERSEBUT DARI AWAL SAMPAI AKHIRNYA.

Allahu akbar… INI MERUPAKAN PERKARA YANG ANEH..!!!

Demi Allah…PERKARA YANG ANEH…!!!

Sampai disini, Asy-Syaikh rahimahullah TERTAWA KARENA KEHERANAN.

———————————————————————–

Sumber : “SIKAP ADIL DALAM MENGKRITIK, Studi Ilmiah terhadap metode muwaazanah dalam jarh dan ta’dil” penterjemah Abu Muqbil hal. 18-19 yang telah dimurooja’ah kembali oleh Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Al-Ustadz Mahmud Syauqi Barjeb dan Al-Ustadz Luqman Ba’abduh hafidzohumullahu ta’ala dari Judul Aslinya Al-Mahajjatu al-baidhaa’u fii himaayati as-sunnati al-gharra’i min zailati ahli al-akhta’i wa zaighi Ahli Al-ahwaa’i yang ditulis oleh Asy-Syaikh Rabi’ bin Haadi ‘Umair Al-Madkhali hafidzohullah.

Sumber : https://www.facebook.com/notes/mochamad-auzai/muwaazanah-bagian-keempat/10151891318861963 [Tulisannya Amiy Muhammad Auza’i]

Imannudin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s