__”kisah cerita dibalik cadar”__


__Jujur aja, ana salut dan merasa kagum pada akhwat yang gigih berjuang untuk bisa menutup wajahnya dengan niqab atau cadar.

Ada yang diam-diam memakainya ketika dikajian, sampai dekat rumah dilepas takut dilihat aneh oleh tetangga. Ada yang tiap keluar rumah diejek, dihina, dicemooh, dipandang dengan tatapan yang seolah-olah ia makhluk asing dari planet lain atau lebih kejamnya dikatain istri teroris. Ada yang bilang bercadar hanya untuk menutupi wajahnya yang buruk atau cacat. Ada yang butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan izin dari sang suami agar diizinkan bercadar. Ada yang sampai cadarnya dibuang dan dibakar oleh orang tua yang belum paham tentang syariat cadar. Ada yang hanya bisa memandang dengan tatapan iri ketika saudari-saudarinya lewat didepan dengan wajah tertutup rapat. Ada yang terpaksa memendam keinginan mulia itu, dan harus berharap ia dapat mengenakannya sebelum kelak Allah memanggilnya.

Yah, banyak kisah cerita dibalik selembar kain tertutup wajah itu, ada yang mulus tanpa rintangan dan ada pula yang penuh liku. Kita tidak pernah tahu apa yang harus mereka perjuangkan untuk dapat menutup wajahnya dengan cadar. Tak jarang pengorbanan dan air mata menghiasi perjalanan mereka wanita-wanita tangguh yang darinya ana banyak mengambil ibroh atau pelajaran. Kegigihan mereka mempertahankan niqabnya. Itulah yang membuat saya bersemangat untuk mengikuti jejak mereka.

Apa lagi yang ana tunggu?..
Sampai kapan ana mau menundanya?…
Sedangkan kemudahan untuk menjalankannya ada didepan mata. Sungguh ana malu dengan mereka yang karena niqabnya diuji, ditentang, dan dimusuhi namun tetap tegar berdiri.

Karena dihari ini melaksanakan sunnah ini adalah seperti menggenggam bara api (panas) tapi harus tetap digengggam agar tidak tergelincir dalam kesesatan setelah hidayah ini menyapa.

Barakallahufikunna Saudariku…
Semoga Allah memudahkan niat dan tekadku untuk mengikuti jejak mereka yang lebih dahulu memilih jalan ini dan bagi yang sudah semoga Allah istiqamahkan kalian selalu.

Dir. Akhwat yang masih belajar sunnah.

Disusun ulang oleh,
Abu ‘Abdillah Ibnu Shofiyah.

Semoga bermanfaat.
Sumber: statusnya amiy Abu Abdillah Ibnu Shofiyah…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s