Pilih teman yang semanhaj


Ahlan wa sahlan yaa ikhwah fillah ahlus sunnah/salafiyyin..

Jika sekiranya orang itu ber-Manhaj Salaf/salafiyyin, maka ana add & konfirmasi..

Jika sekiranya seorang itu hizbi maka ana tidak akan konfirmasi mereka!

Ana sudah ingatkan ini dalam status ana beberapa bulan yang lalu..

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata : ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS.Al-Furqan : 27-29)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف، وما تناكر منها اختلف

“Ruh-ruh itu adalah tentara yang berbaris. Yang saling kenal (cocok/sesuai), mereka akan saling bersatu; adapun yang tidak saling kenal (tidak cocok/tidak sesuai) akan berselisih (berpisah).” [ HR.Al-Bukhari 3158, Muslim 2638 ]

‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata :

“Ukurlah manusia itu berdasarkan teman dekatnya. Seorang muslim itu akan mengikuti muslim, sedangkan orang fajir juga akan mengikuti orang fajir.” [Al-Ibanah : 502 ]

Abu Hatim rahimahumullah berkata :

Musa bin ‘Uqbah ash-Shuri datang ke Baghdad. Maka disampaikan (berita tersebut) kepada Ahmad bin Hanbal رحمهم الله , beliau pun berkata : “Lihat kepada siapa turun (singgah) dan kepada siapa dia berlindung.”
[Al-Ibanah : 514]

SYAIKH AL-‘ALAMAH MUQBIL BIN HADI AL WADI’IY rahimahumullah berkata : ”Maka adapun hizby mereka mampu menggunakan lima tampilan wajah, dan Nabi shallAllahu ‘alayhi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya diantara manusia yang paling buruk adalah orang yang bermuka dua dimana datang kepada mereka dengan suatu muka dan datang kepada kelompok lain dengan suatu wajah/ muka yang lain pula.”

adapun sunni maka ia berpegang teguh dengan agamanya sama saja rupanya apakah sifulan ridha ataukah tidak, berbeda dengan para hizbiyyin.”

{tuhfatul-mujib : 290}

Renungkan ungkapan indah sang penyair : “Aku mengenal keburukkan bukan untuk mengikuti kejelekan, akan tetapi agar terhindar dari kejelekan. Dan barangsiapa yang tidak mengenal keburukan, maka ia akan terjatuh ke dalam kejelekan…..”

***) … Ucapan penyair tersebut kami nukil dari kitab Syarh Masa’il Jahiliyyah Asy-Syeikh Saleh Al-Fauzan حفظه الله تعالى , bukan omongan shahabat.
Mungkin yang antum maksud riwayat Hudzaifah رضي اَللّهُ عنه berikut ini : “Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang kejelekan karena khawatir akan menimpa diriku.”

Aku berkata :

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dulu berada di masa jahiliyyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kepada kami kebaikan (Islam) ini. Apakah setelah kebaikan (Islam) ini ada kejelekan ?”
Beliau menjawab : “Ya.”
Aku bertanya : “Apakah setelah keburukan tersebut ada kebaikan ?” Beliau menjawab : “Ya, akan tetapi ada dakhan.” Aku bertanya : “Apakah itu
wahai rasulullah ?”
Beliau menjawab : “Suatu kaum yang tidak berpegang
dengan sunnahku dan mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku, padahal engkau mengenal mereka akan tetapi engkau ingkari.”
Aku bertanya lagi : “Apakah setelah kebaikan tersebut ada keburukan ?”
Beliau menjawab : “Ya, yaitu para da’i yang mengajak kepada pintu-pintu neraka jahanam. Barangsiapa yang menyambut ajakan mereka, maka mereka
akan melemparkannya ke neraka jahanam.”
Aku bertanya : “Wahai
Rasulullah sebutkanlah cirri-ciri mereka.”
Beliau menjawab : “Suatu
kaum yang kulitnya sama dengan kita dan berbicara dengan bahasa kita.”
Aku bertanya : “Wahai Rasulullah apa saran engkau jika aku mendapatkan
keadaan yang demikian ?” Beliau menjawab : “Berpegang teguhlah dengan jama’ah kaum muslimin dan pemimpin mereka.”
Aku bertanya : “Jika mereka tidak mempunyai jama’ah dan pemimpin ?” Beliau menjawab : “Tinggalkanlah kelompok-kelompok (sesat) itu walaupun engkau menggigit akar pohon sehingga kematian datang menjemputmu dalam keadaan engkau seperti itu.” (Mutafaqun ‘alaihi)

بارك الله فيكم

Iklan

2 thoughts on “Pilih teman yang semanhaj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s