PAKE PAKAIAN TAPI NGEPRESS, PAKE JILBAB DILILIT2? ”LAKNATLAH MEREKA, KARENA SESUNGGUHNYA MEREKA TERLAKNAT!”(RASULULLAH BERSABDA)


Bagaimana jilbab yang sesuai dengan syariat?

Apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

‪#‎Menutupi‬ seluruh badan.
Tidak diberi hiasan-hiasan hingga
mengundang pria untuk melihatnya. Allah Azza Wajalla berfirman:
“Katakanlah (wahai Nabi) kepada
wanita-wanita yang beriman:
hendaklah mereka menundukkan
pandangan mata dan menjaga
kemaluan mereka, dan jangan
menampakkan perhiasan mereka
kecuali apa yang biasa nampak darinya. Hendaklah mereka meletakkan dan menjulurkan kerudung di atas kerah baju mereka (dada-dada mereka)… (An- Nur: 31)

‪#‎Tebal‬, tidak tipis.
Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassallam bersabda:
“Akan ada nanti di kalangan akhir
umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang…”
Kemudian beliau bersabda:
“…laknatlah mereka karena
sesungguhnya mereka itu
terlaknat.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al- Mu’jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh
Asy-Syaikh Al-Albani dalam kitab beliau Jilbab Al-Mar`ah Al Muslimah, hal. 125)
Kata Ibnu Abdil Bar: “Yang dimaksud Nabi dalam sabdanya (di atas) adalah para wanita yang mengenakan pakaian dari bahan yang tipis yang menerawangkan bentuk badan dan tidak menutupinya maka wanita seperti
ini istilahnya saja mereka berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang.”

‪#‎Lebar‬, tidak sempit.
Usamah bin Zaid c berkata: “Rasulullah memakaikan aku pakaian Qibthiyah yang tebal yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau maka aku
memakaikan pakaian itu kepada istriku.
Suatu ketika beliau bertanya:
‘Mengapa engkau tidak memakai
pakaian Qibthiyah itu?’ Aku menjawab:
‘Aku berikan kepada istriku.’ Beliau berkata: ‘Perintahkan istrimu agar ia memakai kain penutup setelah memakai pakaian tersebut karena aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya.” (Diriwayatkan oleh Adh- Dhiya` Al-Maqdisi, Ahmad dan Al-Baihaqi
dengan sanad hasan, kata Asy-Syaikh Al- Albani dalam Jilbab, hal. 131)

‪#‎Tidak‬ diberi wangi-wangian.
Karena Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassallam bersabda:
“Wanita mana saja yang memakai
wangi-wangian lalu ia melewati
sekelompok orang agar mereka men­ cium wanginya maka wanita itu pezina.” (HR. An-Nasai, Abu Dawud dan lainnya, dengan isnad hasan kata Asy- Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 137)

#Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
Abu Hurairah radiallahu anhu mengatakan: “Rasulullah
Shallalahu Alaihi Wassallam melaknat laki-laki yang memakai
pakaian wanita dan wanita yang
memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan lainnya. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 141)

#Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. Karena Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassallam dalam banyak sabdanya memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang kafir dan tidak menyerupai mereka baik dalam hal ibadah, hari raya/perayaan ataupun
pakaian khas mereka.

‪#‎Bukan‬ merupakan pakaian untuk ketenaran, yakni pakaian yang dikenakan dengan tujuan agar terkenal di kalangan manusia, sama saja baik pakaian itu mahal/mewah dengan maksud untuk menyombongkan diri di
dunia atau pakaian yang jelek yang dikenakan dengan maksud untuk menampakkan kezuhudan dan riya‘.
Ibnul Atsir berkata: Pakaian yang
dikenakan itu masyhur di kalangan manusia karena warnanya berbeda dengan warna-warna pakaian mereka,
hingga manusia mengangkat
pandangan ke arahnya. Jadilah orang tadi merasa bangga diri dan sombong. Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassallam bersabda:
“Siapa yang memakai pakaian untuk ketenaran di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada
hari kiamat kemudian dinyalakan api padanya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dengan isnad hasan kata Asy-Syaikh Al- Albani dalam Jilbab, hal. 213)
Demikian kami nukilkan jawaban untuk saudari dari kitab Jilbab Al-Mar`ah Al- Muslimah yang ditulis oleh Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah.
Wallahu a’lam.
SUMBER: MAJALAH ASY SYARIAH

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s