Ilmu yang Wajib dipelajari


Bismillah…
Fadhilatusy Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i –rahimahullah– pernah ditanya,
“Ilmu apakah yang wajib dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah?”

Beliau menjawab,
“Ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah adalah rukun Islam yang lima. Setelah itu, juga hal-hal yang Allah wajibkan atasmu. Engkau seorang pedagang, wajib atasmu mempelajari mana perniagaan yang halal mana yang haram. Engkau seorang pelancong, sepantasnya untukmu mempelajari adab-adab safar. Sehingga, perkara-perkara yang Allah wajibkan atasmu, itulah yang wajib dipelajari.

Kami tidak mengatakan kepadamu, engkau wajib mempelajari hadits, “Barang siapa yang shalat subuh berjama’ah, kemudian berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari lalu shalat dua raka’at, kembali membawa pahala haji dan umrah.” Kalaupun hadits ini shahih, hanyalah termasuk perkara tambahan (bukan wajib, pen.). Sehingga tidak kami katakan engkau wajib mempelajarinya. Akan tetapi, wajib atasmu mempelajari perkara-perkara yang Allah wajibkan untukmu.

Engkau ingin menikah, wajib atasmu mempelajari adab-adab pengantin, hingga jangan sampai seseorang mendatangi istrinya dalam keadaan haid. Atau jangan sampai menalaknya dalam keadaan haid, karena hal ini tidak boleh. Atau jangan sampai dia menalaknya dengan mengatakan, “Kamu talak tiga”, atau perbuatan bid’ah lainnya dalam talak.

Sesuai kehidupan yang kau tempuh dan jalani. Engkau seseorang yang bekerja di tempat penukaran uang, engkau harus mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan tukar-menukar uang, mana saja yang halal dan mana saja yang haram. Jangan sampai datang seseorang kepadamu mengatakan, “Aku ingin tukar uang lima ratus milikku. Sebab memberatkan kantongku.” Atau, “Aku ingin tukar uang receh lima riyal milikku. Ini memberatkan kantongku. Nanti aku tambah untukmu sepuluh riyal.” Atau, “Aku tambah untukmu dua puluh riyal.” Kalian berdua jatuh pada riba, jika menambah atau minta tambahan satu riyal saja.

Maka, kami telah menerangkan ilmu apa saja yang diwajibkan Allah atasmu, yaitu mengilmui hukum-hukum yang sedang engkau kerjakan, setelah mempelajari rukun Islam yang lima. Dia berazam untuk haji, sepatutnya bagi dia mengerti tata cara haji. Seorang mentri, wajib baginya ber-thalabul ilmi tentang siyasah syar’iyah (sering kali diterjemahkan politik, walaupun perlu ditinjau ulang). Wajib baginya mempelajari siyasah syar’iyah. Seorang pemimpin negara, wajib baginya mempelajari siyasah syar’iyah. Amalan yang sedang kau kerjakan, wajib kau pelajari. Engkau mempelajari firman Allah dan sabda Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– yang berkaitan dengannya.

(Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, Kitabul Ilmi)
Semoga Bermanfaat….
Baarokallohufiykum….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s