Migrasi Segera ke GNU/Linux

Bismillah…

System Operasi Windows antum semakin lama semakin melambat,
Ketika browsing dan online, banyak muncul iklan dan ngenet pun jadi lambat

Apalagi ketika komputer atau laptop antum lupa diupdate antivirusnya kemudian terinfeksi virus yang mematikan, antum harus repot2 Install ulang lagi ke tempat servis komputer dan sekali install ulang biayanya tidak sedikit

Belum lagi banyak keluhan ketika upgrade software ke versi terbaru, dan semakin lama semakin berat dan komputer atau laptop antum tidak mampu menjalankannya lagi karena berat dan ketinggalan yang dapat memangkas biaya untuk membeli hardware baru atau tukar tambah dari laptop lama ke laptop yang baru.

Saatnya beralih ke sistem operasi bebas, System operasi dan Software GNU/Linux

GNU/Linux memiliki teknologi swap ram, ketika ram hardware melambat dan terasa berat menjalankan aplikasi dan multitasking, swap ram bekerja mempercepat proses jalannya aplikasi agar terasa ringan

Sistem operasi GNU/Linux tidak perlu dipasang antivirus karena sistem keamanan GNU/Linux berlapis, jadi virus komputer tidak mudah masuk dan merusak sistem inti GNU/Linux

Saat ini sudah banyak bertebaran di internet dokumentasi dan tutorial dan masih terus bermunculan seiring perkembangan free software yang dikembangkan para developer diseluruh dunia, kesempatan untuk menjadi developer untuk free software masih terbuka

Jika ada masalah dan keluhan
Komunitas dan para Developer bisa membantu menyelesaikan masalah dan dipermudah dengan banyaknya forum-forum yang membahas Free Software dan proyek GNU/Linux

Ingin mencoba migrasi?

Konsultasikan ke Kami

Hubungi 081227148008
Bisa via Telepri maupun Wapri

Abu ‘Abdirrahman ‘Amr imannudin bin Abdul Hamid as-Sidaawu

Cara Berpakaian Syar’i Namun Tetap Baik dan Enak di Pandang Mata (Transkrip audio)

NASEHAT BERHARGA UNTUK SALAFIYYIN ( transkrip audio )

Oleh : al Ustadz Qomar Su’aidy Lc hafizhahullah
Sumber: Tasjilat Ahlussunnah wal Jama’ah Indonesia

Sebelumnya mohon maaf tidak perlu tersinggung,

Kalau ada hal yang saya sebutkan, ternyata koq saya begini

Jadi nggak perlu tersinggung, ini sebagai bahan koreksian dan untuk memperbaiki

Dan sekali lagi bisa jadi kami salah, bisa jadi kami benar

Contoh misalnya, hal yang keliru pada kita, atau kita anggap kurang tepatlah, kalau bukan keliru tapi kurang pas

Misalnya hal yang kelihatan sepele, cara berpakaian, ya cara berpakaian

Dan subhanalloh, ini ternyata bukan hanya diperhatikan oleh sebagian kita, tapi sebagian masyaikh juga memperhatikan

Sebagian teman disana diluar negeri juga memperhatikan

Contoh misalnya, kalian ini pakaian pakaian apa

Ya.., kayak saudi tidak, kayak indonesia juga tidak, terus model pakaian mana

Nah, akhirnya kan gharib, jadi dimata orang saudi sendiri gharib, aneh

Dimata orang-orang kita juga aneh

✔✔✔

Na’am, jangan dianggap ini hal yang sepele, seperti yang ana katakan, itu teknis saja

Tapi rupanya itu berpengaruh, terjadi disuatu daerah

Seorang pejabat pemerintah tidak mau menandatangani surat menyurat dari salafiyin,

Karena apa, sedikit demi sedikit ditanya, terkadang mereka nggak mau mengungkapkan

Kenapa, karena ya ada sebabnya, mungkin mereka merasa

Ini hal yang tidak prinsip, tapi ini mengganjal bagi mereka

Diusut diusut, ternyata, akhirnya dia bicara, saya ini masih pingin mengetahui siapa sesungguhnya kalian

Pakaian kalian itu aneh-aneh, ya kan, uh, baru kita menyadari, oh Subhanalloh ternyata karena pakaian, ya

Subhanalloh dia tidak mempersoalkan akidah kita, ya ibadah kita

Tapi yang justru dipersoalkan adalah pakaian, ternyata pakaian, ya

Begitu pula ada di sebagian lagi, ee.. orang di yaman ini, ya

Antum ini bagaimana, makainya seperti itu, ya kalian ini, sudah pada nggak punya jenggot

Pakaiannya seperti itu, akhirnya terkesan apa, sekilas ya seperti wanita jadinya, waduh, ya kan, ini kan jadi aneh

Itu kita hanya menceritakan orang lain, maksudnya disini, kita perlu perhatian

Ya, perlu perhatian, untuk yang lebih baik

Nah kalau kita perhatikan coba, kita sedikit mengoreksi hal-hal yang dipandang aneh itu

Kalau kita misalnya berpakaian, misalnya ala saudi arabia misalnya, jelas ya kan

Orang-orang yang biasa ajapun tahu ini pakaian saudi arabia, dan pantas dipakai

Gamis putih atau krem atau coklat misalnya, dengan rapi

Kemudian juga pakai apa, pakai kopiyah, nampak

Tapi coba antum bayangkan kalau sudah pakai gamis, rambutnya panjang nggak pakai kopiyah

Antum berjalan ditengah masyarakat umum, apa kata orang, aneh sekali, ya

Apa seperti ini yang diajarkan Rasululloh atau tidak, nah ini maksud saya

Jadi hal-hal yang itu mungkin kelihatan sepele, tapi Subhananlloh terkadang berefek pada dakwah, ya

Kalau dia misalnya, seperti yang tadi saya sebutkan kalau berpakaian seperti itu

Gamis, ya seperti ala saudi, yang jelas, bersih, kemudian rapi, itu walaupun orang aneh tapi tahu,
nggak ada masalah itu memang pakaian keagamaan

Masyarakat kita sudah semakin akrab dengan seperti itu, semakin akrab

Atau misalnya anggap kita mau pakaian pakaian pakistan misalnya

Atau mirip pakistanlah kalaupun nggak persis, pakaian ya setengah betis, eh koq setengah betis, apa namanya, sampai lutut, ya

Kalau kita kan baju koko itu, pendek, kalau istilah kita mungkin baju pakistan, agak panjang sampai lutut

Ya pakai pakaian yang seperti itu yang rapi, pakaian yang rapi

Dengan pakaian seperti itu, kemudian pakai misalnya celana yang, ya tentu yang syar’i, pakaian yang rapi

Nampak orang melihat juga nggak begitu masalah, biasa, itu juga mulai biasa di masyarakat kita, nampak rapi, nampak bagus

Atau kita sekaligus pakaian pakaian Indonesia biasa masyarakat kita

Baju koko, pakai sarung yang rapi, ya kan, pakai peci, biasa, nggak ada problem

Nah, tapi cobak kita perhatikan, beberapa model pakaian yang macam-macam ini

Kita perhatikan yang macem-macem

Kita mulai dari topi atau kopiyah

Kopiyah sebagian ikhwan mungkin terkadang kurang perhatian dengan kebersihan kopiyahnya

Sehingga warna putih itu kemudian mulai berubah warna

Menjadi coklat, nah ini ya kurang baik, ya kurang baik

Mesti kita jaga kebersihannya, kecuali kalau warnanya begitu ya, ini dari kopiyah

Kemudian, misalnya apa, imamah, imamah itu yang diiket-iket

Kemudian juga yang terkait dengan imamah, adalah apa

Simal kalau bahasa saudinya simal atau gutrah,

Simal atau gutrah ini yang sekedar dilampirkan, dilampirkan seperti orang-orang saudi

Ya kalau imamah misalnya orang yaman, misalnya ya kan, atau orang sudan, yang banyak disini yang ala yaman atau emirat

Coba kita perhatikan pertama dari sisi warna,

Sebagian pakai imamah yang aneh warnanya, ya mirip misalnya dengan apa, taplak meja

Ya, kalau dia memakai yang putih jelas putih, atau seperti yang orang saudi punya

Merah putih merah putih atau putih semua, itu orang melihatnya adem, ya kan

Adem dan maklum memang biasa begitu, tapi kalau sudah pakai yang mirip taplak meja, itu menggelitik, aneh sekali, aneh sekali

Ya, makanya seperti itu, ee kita memandang kurang tepat

Kurang tepat, sehingga sebagian masyarakat mungkin, ya berpandangan tidak baik akhirnya, ini dari sisi warna

Kemudian ada dari sisi apa cara memakai, apa cara memakai macem-macem

Saya sendiri kurang bisa, terus terang ya

Makanya saya nggak pernah makai, karena kurang bisa saya

Tapi yang yang memakai misalnya coba belajar dari yang belajar di yaman atau emirat yang bagus bagus itu misalnya, yang rapi kelihatannya, mantab, rapi

Tapi kalau masih belajar, uh nggak karuan akhirnya, mbulet-mbulet, kesana kemari, aduh

Nah ini kemudian berjalan ditengah masyarakat umum, kalau dia hanya dilingkungan rumahnya sendiri, nggak ada masalah, iya kan

Tapi kalau kita tinggal dimasyarakat umum, ke ini ke itu juga seperti itu, akhirnya dilihat orang kan aneh sekali

Imamah model mana ini, ya..

Ternyata model saudi tidak, model emirat tidak, model yaman tidak

Ah ini kurang baik sperti ini, kurang tepat

Sehingga yang mau model pakai imamah coba, belajar yang baik,

Ya supaya orang melihatpun baik, semoga orang juga simpati, dengan itu

Sebagian lagi, terkait dengan imamah ini, ada yang memakai model saudi arabia

Simal langsuing dijulurkan seperti ini, ya

Subhanalloh sebagian melakukan itu dengan warna hitam

Dan subhanalloh dia nggak punya jenggot, ya

Akhirnya orang melihat, dari jauh, itu dikira rambut, ya kan

Semacam rambut, padahal itu bukan rambut, dan ternyata, laki-laki, ya

✖✖✖

Kemudian, yakni ini tentu yang seperti ini, tidak tepat, yang seperti ini tidak tepat

Karena orang-orang bisa berpandangan yakni salah, salah pandang ya, keliru, tidak pas yang seperti ini

Dan, ee.., yakni dia mau memakai model saudi yang betul-betul juga rapi, lihat kalau masyaikh dateng, pakai itu kan nampak bagus ya

Seperti masyaikh persis gitu lho, ya.., apalagi dia punya jenggot, wah itu MasyaAlloh

Tapi kalau dia tidak punya jenggot ya, ini saya tidak mengatakan haram, tidak

Tapi nampaknya kurang tepat, apalagi dia berjalan ditengah-tengah masyarakat umum, seperti ini kurang pas

Kemudian, setelah masalah imamah dan seputarnya, baju kita

Kita perhatikan baju kita, ee.. seperti yang tadi kita sebutkan misalnya kita pakai gamis

Seperti gamis saudi arabia misalnya atau sejenisnya, nampak bersih, rapi, nggak ada masalah

Tapi sebagian, mungkin ya.., salah, menurut saya ya, dan juga beberapa asatidzah yang kurang tepat terkadang

Memakai misalnya, yang kita sebut di umumnya ikhwah itu baju maroko, ditempat umum, ya

Yang saya tahu kalau saya disaudi dan mungkin tanya ikhwan yang disaudi, itu kan baju santai disana

Mereka kalau sholat di masjid umum, mereka ke kantor, nggak pernah pakai baju kayak gitu, itu baju santai

Kalau mereka dirumah, kegiatan seputar rumah, mereka pakai itu

Untuk tidur, untuk santai didalam rumah, itu pakai itu, ya kan …

Nah tuh, karena beliau tahu di saudi seperti itu

Tapi Subhanalloh, ya mungkin karena kekurangan kita ya ikhwan kurang begitu paham

Sehingga memakai baju seperti itu, dia ke pasar pakai gitu, ya..

Warnanya sudah warna warni lagi, warnanya warna warni, ya

Dan sebagian, Subhanalloh tadi, nggak pakai peci, ya

Sudah baju seperti itu, warna warni, nggak pakai peci

Kalau dia ditanya siapa itu, ooh seorang salafi, aduh ya kurang tepat, ya

Jadi, seperti yang kita ketahui bahwa, itu adalah baju santai,

Sehingga tidak layak misalnya kita, ditempat-tempat resmi, tempat-tempat terhormat kita memakai yang seperti itu

Itu bagi orang saudi sendiri yang melihat, nggak cocok, ini bukan pada tempatnya, bukan pada tempatnya

Apalagi di masyarakat kita yang sudah aneh, tambah aneh, ya, jadi perlu kita perhatikan hal ini,

Nabi Shollallohualaihi wassalam mengatakan inna haada dinnatin mutta’awwiluhu fiihirih, agama ini kuat, ya kokoh, mungkin terkadang terasa berat oleh sebagian orang

Masukkan orang dalam agama ini dengan perlahan-lahan, jangan menjadikan ajaran islam tambah semakin berat,

Terasa oleh orang-orang, sementara mau sholat saja sudah berat, ya

‘Alla kulli haal seperti tadi yang saya katakan ini, ro’yu.., ro’yu kami

Jadi itu kurang tepat, atau misalnya pakai baju ala pakistan

Pakaian mirip pakistan, yakni sampai kemana, lutut

Seperti tadi yang saya katakan, kalau dengan celana yang rapi bagus, ya nggak ada masalah, tampak rapi juga

Tapi, setelah pakai seperti itu, iya pakai rompi yang, ya.., rompi yang ya seperti itulah

Kemudian setelah itu, celananya celana perang, sakunya disini, disini ya kan banyak kan celana ikhwan seperti itu, ya

Kemudian, bisa antum bayangkan itu ya…,

Sudah.., bajunya aneh, tambah pakai rompi seperti itu, kemudian celananya begitu, dilihatnya, berat rasanya orang melihatnya, kurang tepat, kurang tepat

Kemudian, yang lebih menambah, tidak enaknya dipandang, pakai sarung, dan balapan, ya kan

Celananya jauh ke bawah, sarungnya diatas betis, tengah-tengah betis

Coba antum coba merenungkan dan membayangkan, ya

Pemandangan yang seperti itu, kita sendiri melihat terus terang enak atau tidak. Ya

Tenang tidak mata ini, sejuk atau tidak begitu melihatnya

Nah ini kan terkadang, ini seperti tadi yang saya katakan sampek ya, sebagian aparat pemerintah tidak mau tanda tangan

Karena sebetulnya ini aliran apa ini, ini aliran apa

Betul itu, bukan sesuatu yang diada-adakan, itu betul-betul terjadi

‘Alla kulli haal, jadi, ee kalau kita memakai pakain ya yang tadi yang rapi, bajunya, ya

Kalau baju pakistan ya mungkin dengan celana yang, ee yang celana perang itu kurang tepat kayaknya itu ya, sakunya dimana-mana,

Tetep dia pakai celana yang syar’i, diatas mata kaki, yang rapi

Mungkin juga paduan warna perlu, ya itu menambah semakin bagusnya, ya

Jangan.., kalau pakai sarung juga nggak ada masalah, ya kan

Tapi tadi, kalau bawahnya pakai celana, jangan balapan, yang kelihatan biar sarungnya saja, yang kelihatan sarungnya saja

Celananya didalam sarung, tidak kelihatan, begitu

Jadi nampak, ya.., ee enteng begitu dilihatnya itu ya, tidak berat dimata itu

Nampak indah, nggak ada masalah seperti itu, dan juga peci selalu perlu dipakai,

Itu yakni suatu hal yang baik tentunya yang diajarkan Rasululloh dan para sahabatnya penutup kepala.

Ditulis ulang oleh Abu Zufar as Samaranji

Dengarkan audionya disini

URL Radio Salafy Indonesia Terpercaya

Info Radio Salafy Indonesia [RSI]

Berikut Data Nama Radio Salafy Indonesia, Pembina, Alamat website, URL radio dan Admin radio streaming

1. Radio Rasyid

Pembina: Al Ustadz Luqman Ba’abduh dan Al Ustadz Muhamad Umar as Seweed

Penanggung Jawab: Al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin

Website: www.radiorasyid.com

url Radio:

url 1 ~ http://radiorasyid.onlivestreaming.net:8899

url 2 ~ http://rasyid1.onlivestreaming.net:8989

url 3 ~ http://rasyid2.onlivestreaming.net:8484

Admin Web & Streaming: Al akh Abu Abdirrohman ~ 085642149489

Alamat:

***

2. Radio Salafy Siar

Pembina:

Website: www.salafysiar.com

url Radio:

url 1 ~ http://salafysiar.onlivestreaming.net:9696

url 2 ~ http://siarislam.onlivestreaming.net:8989

Admin Streaming: Al akh Abu Naufal ~ 082329664343;  Al Akh Abu Idrus ~ 085292343350; Al Akh Abu Syafiq Royyan ~ 0817610558

Alamat:

***

3. Radio Salafy Bandung

Pembina: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf al-Atsary dan Al Ustadz Abu Yasir Wildan

Website: www.salafybandung.com

url Radio:

url 1 ~ http://i.klikhost.com:8088

Admin Streaming: Al Akh Abu Fariq ~ 081809867604;   Al Akh Abu Faris ~ 08562302121;   Al Akh Abu Hanif ~ 085294965919

Alamat: Masjid Agung Cimahi Bandung – Jawa Barat

***

4. Radio Salafy Makassar (Radio Islam Makassar)

Pembina: Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad as Sarbini

Website: www.salafymakassar.net

url Radio:

url 1 ~ http://makassar.radioislam.my.id:8700

url 2 ~ http://makassar.radioislam.my.id:8787

Admin Streaming: Al Akh Abu ‘Ukkasyah Shofwan ~ 081355999445

Admin Web: Al Akh Abu Ishaq

Alamat: Masjid Al-Lathif, Jl. Perintis Kemerdekaan VII, Makassar

***

5. Radio Salafy.or.id (Radio Islam Yogyakarta)

Pembina: Al Ustadz Ayip dan Akh Syu’bah (redaksi majalah asy syariah)

Website: www.salafy.or.id

url Radio:

url 1 ~ http://i.klikhost.com:8506

Admin Web & Streaming: Al Akh Abu Khalid ~ 085740506872

Alamat: ~

***

6. Radio Assalam Mujur (FM 105.9MHz)

Pembina: Al Ustadz Saiful Bahri dan Al Ustadz Abu Royhan Khudzaifah

Website: http://radio.islammujur.com

url Radio:

url 1 ~ http://radio1.islammujur.com:1060

Admin Web & Streaming: Al Akh Abu Rifqi bin Samiun ~ 089665813781 / 085293671010;  Al Akh Muhammad Zaid ~ 081228370811

Alamat: Masjid Assalam Kompleks Ma’had Tahfizhul Qur’an Al-Manshuroh Jl. Tondano No.7 Rt.1 Rw.3 Mujur, Kroya, Cilacap

***

7. Radio Kajian Banjar

Pembina: Al Ustadz Abu ‘Utsman Aslam

Website: http://kajianbanjar.info/

url Radio:

url 1 ~ http://radio.kajianbanjar.info:8866

Admin Web & Streaming: Abu Yazid al Banjariy ~ 08115004200

Alamat:

***

8. Radio Salafy Sorowako (Radio Islam Sorowako)

Pembina: Al Ustadz Abu Athiyyah Rismal

Website: http://salafysorowako.com

url Radio:

url 1 ~ http://sorowako.radioislam.my.id:9898

Admin Web & Streaming: Al Akh abu Ishaq Utsman ~ 082131932161

Alamat: Masjid Al Furqon, Kompleks Ma’had Daarus Sunnah, Jl. Ternate, Desa Asuli, Kec. Towuti, Kab. Luwu Timur – Sulawesi Selatan

***

9. Radio Miratsul Anbiya indonesia

Penasehat: Al Ustadz Luqman bin Muhammad Baabduh

Penanggung Jawab: Al Ustadz Abu Amr Ahmad Alfian

Website: http://manhajul-anbiya.net

url Radio:

url 1 ~ http://radio.miratsul-anbiya.net:8788

url 2 ~ http://streaming.miratsul-anbiya.net:8787

url 3 ~ http://mai.onlivestreaming.net:8888

Admin Web & Streaming: Al akh Abu Sumayyah Firman ~ 085336066664;  Al akh Muhammad Baraja ~ 085331026747;  Al akh Bagus ~ 085232760325

Alamat: Jember

***

10. Radio Al Muwahhidiin

Penasehat: Al Ustadz Abdurrahman Abu Ubaidah  Dan  Al Ustadz Abul Hasan

Website: http://almuwahhidiin.com

url Radio:

url 1 ~ http://almu1.onlivestreaming.net:8181

url 2 ~ http://live.almuwahhidiin.com:8891

url 3 ~ http://live.almuwahhidiin.com:8899

Admin Web & Streaming: Al akh Syahmy ~ 085235999456;  Al akh Abu Fadhillah ~ 085215570199

Alamat: Perumahan Telaga Murni Blog E19 No 02 Cikarang Barat Bekasi

***

11. Radio Al Ilmu Madura

Pembina: Al Ustadz Miftahuddin

Website: http://alilmumadura.wordpress.com

url Radio:

url 1 ~ http://103.28.148.18:8648

Admin Web & Streaming: Al Akh Abu Aisyah Nanang ~ 081803086423 / 081330471872

Alamat: Jl.Wachid Hasyim Sampang – MADURA

***

12. Radio Suara Tauhid Ambon

Pembina: Al Ustadz Abu Abdillah Saifullah;  Al Ustadz Abu Farhan Husain; dan  Al Ustadz Arifin

Website: http://suaratauhidambon.com

url Radio:

url 1 ~ http://103.16.199.241:1078

Admin Web & Streaming:

Al akh Abu abdirrozzaq said ~ 082197680692;  Al akh Abu Dhiva ~ 081343002244

Alamat: Kompleks Kampung Muhajirin Kebun Cengkeh Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Ambon

***

13. Radio Ar Risalah Jombang

Pembina: Al Ustadz Muhammad Irfan

Website: http://arrisalah.or.id

url Radio:

url 1 ~ http://live.arrisalah.or.id:9222

Admin Web & Streaming: Al akh Abu Abdirrohman Afrul ~ 085643086942 / 085649217884 [WA]

Alamat: Dsn. Jambu Ds. Jabon Rt 03 Rw 02 Jombang

***

14. Radio Salafy Ciluengsi

Penasehat/Pembina: Al Ustadz Abdurrahman Mubarak ata

Penanggung Jawab: Abu Sufyan Hamzah ~ 08567133567

Website: http://salafycileungsi.info

url Radio:

url 1 ~ http://radio.dazzle.co.id:8344

url 2 ~ http://radio.dazzle.co.id:8355

Admin Web & Streaming: Abu Abdillah as Sundawy ~ 081322772828

Alamat: Ma’had Riyadhul Jannah Kp Rawa Ragas Rt 14/07 Desa Bojong Kecamatan Klapa Nunggal Kabupaten Bogor

***

15. Radio Imam Syafi’i Kolaka

Penasehat/Pembina: Al Ustadz Abdur Rahim  dan Al Ustadz Hamzah

Website: http://ahlussunnahkolaka.blogspot.com

url Radio:

url 1 ~ http://salafykolaka.onlivestreaming.net:9696

Admin Web & Streaming: Al Akh Jamal Harun ~ 085 342 695 444;  Al Akh Abu Syifa Mus ~ 0812-4596-0743;  Al Akh Abu syifa Syaifuddin ~ 0852-9234-0564

Alamat:

***

16. Radio AlManshuroh (FM 101.4 Mhz)

Penasehat/Pembina: Al Ustadz Ridwanul Barri dan Al Ustadz Maimun Al Banjari

Website: http://almanshuroh.net

url Radio:

url 1 ~ http://radio.almanshuroh.net:10140

Admin Web & Streaming: Al Akh Abu Ubaid Abdullah (penanggung jawab streaming) ~ 08329797480 [hp] /081323993455 [wa];  Al Akh Abu Muhammad (penanggung jawab penyaiaran FM / penyiar radio)  ~ 085726038081

Alamat:

***

17. Radio Al Manshuroh Cilacap

Penasehat/Pembina: Al Ustadz Saiful Bahri

Koordinator Penyiaran: Al-Ustadz Iqbal Nur Muhammad

Website: http://almanshurohcilacap.com

url Radio:

url 1 ~ http://radio.almanshurohcilacap.com:8002

Admin Web: Al Akh Wahyudi

Admin Streaming: Al Akh Wahyudi;  dan Al Akh Budiman ~ 08572605-7530

Penyiar/Operator Radio FM: Al Akh Abu Hamzah Budiono ~ 081226677001;  dan Al Akh Abu Fathimah Wahyudi ~ 085842562963

Alamat:

***

18. Radio Al Furqon

Pembina: Al Ustadz Abu’Abduh Sholehuddin,  Al Ustadz AbulBaro’ Sirojuddin ‘Abbas,  dan  Al Ustadz AbuMuhammad Musa

Website: http://ahlussunnahkarawang.com/

url Radio:

url 1 ~ http://live.ahlussunnahkarawang.com:8216

Admin Web & Streaming: Al-Akh Salman ~ 085782643130; dan Abu’Abdillâh ~ 085714143337

Alamat: Ma’had Tammamul Minnah. Desa Bengle – Kec. Majalaya, Karawang

***

19. Radio Ibnul Qoyyim

Pembina: Al Ustadz Abu Mu’awiyah Askary

Website: http://salafybpp.com/

url Radio:

url 1 ~ http://ibnulqoyyim.onlivestreaming.net:10790

Admin Web & Streaming: Al akh Abu Ishaq ~ 082334637885;  Al akh Yusran ~ 081354666778;  Al akh Budi ~ 081347111197;  Al Akh Farhan ~ 082254307142

Alamat:  Jalan Projakal Km. 5,5 No. 333, Balikpapan Kaltim – Indonesia.

***

20. Radio Al I’tishom Semarang

Pembina: Al Ustadz Qomar Su’aidi, Lc

Website: http://salafysemarang.com

url Radio:

url 1 ~ http://alitishom.onlivestreaming.net:8900

Admin: Al akh Abu Abdil Lathif Fajar

Alamat:  Masjid Al I’tishom, Jln. Tambak Boyo Lor No.6 Tlogosari Kulon Semarang

***

21. Radio Suara Sunnah Malang

Pembina: Al Ustadz Usamah Faishol Mahri  dan  Al Ustadz Ahmad Khodim

Penanggung Jawab Program: Faishol ~ 081334415668

Website: http://salafymalangraya.or.id

url Radio:

url 1 ~ http://suarasunnah.onlivestreaming.net:8800

Admin: Al akh Royyan ~ 085259465698; dan Al akh Yusaq ~ 03417772678

Alamat:

***

22. Radio Al Faruq Purwokerto (FM 88.4 MHz)

Pembina:

Website: http://mahad-alfaruq.com

url Radio:

url 1 ~ http://103.16.199.241:8840

Admin Web: Al akh Abu Umamah Sisno ~ 085642940259

Admin Radio: Al Akh Abu Tufhail  Supriyanto ~ 085747994183

Alamat: Jl. S. Parman No. 1 (Depan Taman Kota Andang Pangrenan, Purwokerto)

***

23. Radio Anwarussunnah Petanahan

Pembina: Al Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi Sutarman  dan  Al Ustadz Abu Hammam Ahmad Syaibani

Website: http://anwarussunnahpth.blogspot.com

url Radio:

url 1 ~ http://anwarussunnah.ddns.info:8013

Admin Radio: Al Akh Abu Mariyah ~ 085292094481

Alamat: Komplek Pondok Pesantren Anwarussunnah Gg. Bentaran Rt.2 Rw.4 Desa Karang duwur Kec. Petanahan Kab. Kebumen

***

24. Radio Minhajus Sunnah Kendari

Pembina: Al Ustadz Hasan bin Rosyid, Lc.

Website: http://ahlussunnahkendari.com

url Radio:

url 1 ~ http://rmsk.onlivestreaming.net:8383

Admin Radio: Al Akh Yunus ~ 081339633856 / 08114033856

Alamat: Ma’had Minhajus Sunnah, Jl. Kijang, Kelurahan Rahandouna, Kec. Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

***

25. Radio Salafy Depok

Pembina:

Website: http://salafydepok.net

url Radio:

url 1 ~ http://103.28.148.18:8736

url 2 ~ http://rsdlimo.onlivestreaming.net:8910

Admin Radio: Al Akh Abu Vandra Alviyan ~ 08179991819

Alamat: Mushollah Annur Gg. Horas Jl. Limo Raya – Limo – Depok

***

Sumber : http://forumsalafy.net/radio-salafy-indonesia-rsi/info-radio-salafy-indonesia-rsi/

7 Tip Meningkatkan Konsentrasi saat Menulis

menulis-itu-gampang-5

Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi. Rancangan kalimat yang sudah disusun bisa saja buyar saat ada gangguan dan akhirnya batal ditulis. Mengesalkan, kan? Ada banyak hal yang bisa mengganggu konsentrasi yang kita bangun saat menulis. Faktor tersebut bisa bersumber dari diri sendiri maupun orang lain.
Menjaga dan mengembalikan konsentrasi dalam waktu singkat serta tepat merupakan kemampuan yang harus dikuasai penulis. Sulit berkonsentrasi akan menghambat kemajuan naskah yang kamu kerjakan. Oleh karena itu, untuk menjaga konsentrasimu ada tujuh tip dari Michael Purdy ini yang bisa kamu terapkan.
1. Mengeliminasi gangguan sebelum mulai mengerjakan tulisanmu.
Misalnya: email, twitter, HP, TV, dan lain-lain.
2. Selalu proaktif. Jangan menunggu mood datang.
Ketika mendapat ide, tulislah. Bawalah catatan ke mana-mana. Jadi, ketika ingin menulis kamu bisa menorehkannya terlebih dahulu di sana.
3. Bangun suasana menulis yang kondusif.
Rapikan meja tulismu. Hiasi dindingmu dengan kover buku, penulis, atau kutipan-kutipan favorit yang bisa memotivasimu. Temukan waktu terbaik untuk menulis. Seperti apa tempat atau waktu yang paling menginspirasimu menulis?
4. Buat deadline untuk tulisanmu.
Proyek yang ujungnya tidak jelas akan lebih membuatmu lelah. Beri batas waktu pengerjaan naskahmu, tepati, dan selanjutnya kamu bisa pindah ke proyek menulis yang lain.
5. Berolahragalah secara teratur.
Meski menulis terlihat sebagai pekerjaan yang tidak memeras keringat, justru di situlah tantangannya. Terlalu lama duduk dan memandang laptop bisa membuat tubuhmu lelah. Melakukan pemanasan sebentar bisa membuatmu duduk lebih nyaman. Berolahraga juga akan menghasilkan tubuh bugar yang bisa bertahan lebih lama ketika menulis.
6. Beri dirimu sendiri hadiah ketika mencapai target tertentu.
Adanya hadiah bisa menjadi pemicumu untuk lebih sigap mengerjakan naskah.
7. Berubahlah.
Ubah tempatmu menulis. Misalnya jalan-jalan ke sekitar rumah dan menulis di taman. Atau jika kamu biasa mengetik di laptop, cobalah untuk mengetik di buku tulis. Perubahan suasan bisa mengembalikan momen konsentrasimu yang sempat hilang, juga membuka persepsi baru atas cerita yang sedang kamu tulis.
Semoga bermanfaat!

Sumber : nulisbuku.com

Tips Daurah Masyaikh Bantul

Sedikit Tips Agar Majelismu Terasa Sehat dan Nyaman (persiapan dauroh masyaikh 1435 H)
Alhamdulillah washolatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du. Berikut ini, ada sedikit tips yang dapat kami bagikan, terutama  terkait dengan menjaga kondisi kesehatan selama dauroh (min bab saling mengingatkan) :
Istirahat cukup sebelum berangkat dan jangan lupa berdoa ketika hendak berangkat. Termasuk ketika Anda menggunakan kendaraan roda 4, istirahatlah di kendaraan. Jangan disia-siakan.
Jika Anda adalah tipe orang yang rentan mabuk perjalanan, barangkali minum obat anti mabuk bisa menjadi alternatif sebagai ikhtiar kita agar tetap bugar selama perjalanan. Atau zat alami atau herbal yang berfungsi sama. Silakan tanyakan pada ahli herbal.
Perhatikan  dan kesehatan makanan dan minuman Anda ketika keberangkatan atau ketika di tempat majelis. Pengalaman tim kesehatan adalah banyak diantara peserta yang mengalami diare. (sekali lagi : ‘Afwan, mengingatkan jangan lupa berdoa ketika hendak makan)
Usahakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Minum air cukup  selama dauroh berlangsung. Jika perlu siapkan sebelumny.
Jika anda biasa mengkonsumsi suatu obat (terlebih rutin), bisa disiapkan sebelum berangkat dan dibawa.
Bawalah minyak kayu putih atau yang semisalnya, untuk mengurangi risiko pusing dan masuk angin.
Bawalah masker karena kemungkinan di area majelis akan sangat berdebu (mengingat sudah lama tidak hujan), terutama pula di areal pasar. Maka bagi Anda yang ingin ‘mencicipi’ produk-produk pasar Dauroh sangat ditekankan menggunakan masker atau sekedar lihat-lihat juga perlu pakai ya (^senyum^)
——————-
Persiapan menjaga kesehatan jiwa (psikologis) :
——————-
Bawa parfum agar bau badan kita senantiasa wangi (insya Allah)
Bawa plastik kresek untuk menyimpan alas kaki ketika sholat agar hati merasa tenang dan tidak ‘stress’ nyari pas selesai sholat karena seringnya pada maen sendiri-sendiri. Atau jika tidak, maka tempatkanlah yang aman yang memungkinkan tidak berpindah. Hemat waktu juga insya Allah.
Dompet/Hp/barang berharga lain disarankan selalu bersama Anda. Bawa tas kecil bisa jadi altenatif. Agar hati adem …
Diharapkan semua peserta antri dalam memanfaatkan fasilitas yang disediakan panitia, karena biasa terjadi ‘gesekan’. Intinya biar hati –sekali lagi- tetap adem
Manfaatkan waktu istirahat selama dauroh dengan sebaik-baiknya agar dapat mengikuti setiap sesi dauroh dengan sebaik-baiknya pula, biidznillah.
Mungkin mandi pagi sebelum subuh juga bisa membuat lebih fresh. Biasanya juga masih jarang yang antri dan paling hanya tempat wudhu yang banyak.
Patuhi tata tertib peserta dauroh
——————-
Perlengkapan yang bisa dibawa :
——————-
1. Alat Tulis
2. Buku Tulis
3. Kresek
4. Masker
5. Minyak Kayu Putih/aromatherapy
6. Alat mandi (terutama sikat gigi dan odol/siwak juga bisa)
7. Uang saku
8. Alat perekam (kalau perlu)
9. Parfum
10. Dan lain-lain sesuai keperluan Anda.
———————-
NB : Jika qadarulloh diantara kita ada yang sakit dan membutuhkan bantuan, Insya Allah panitia menyiapkan Pos Kesehatan yang tempatnya sama seperti tahun kemarin yaitu di pos satpam (pintu masuk masjid Agung Manunggal sebelah utara). Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Allahu a’lam.
———————-
‘Penggembira’ Tim Kesehatan Dauroh Bantul 1435 H
(dan tidak mewakili panitia)

Berkunyah itu Sunnah, Yuk kita berkunyah..

Sunnah ber-Kunyah

( مشروعية التكني ولو لم يكن له ولد ))
***********

عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ أنها قالت للنبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ : يا رسول الله ! كل نسائك لها كنية غيري ! 

فقال رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ :

” اكتني [بابنك عبدالله ـ يعني : ابن الزبير] ، أنت أم عبد الله ” [صحيح : الصحيحة (رقم 132)] .

قال الشيخ الألباني ـ رحمه الله ـ :

وفي الحديث مشروعية التكني ولو لم يكن له ولد ، وهذا أدب إسلامي ليس له نظير عند الأمم الأخرى ـ فيما أعلم ـ ؛ فعلى المسلمين أن يتمسكوا به رجالا ونساء …

___________________________
[نظم الفرائد مما في سلسلتي الألباني من الفوائد ، ج 2 ، ص 397] .
منقول

Dari Aisyah radhiyallaahu ‘anha, bahwasanya beliau berkata kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Yaa Rosulallaah, seluruh istrimu sudah memiliki kunyah kecuali aku.”

Maka Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

“Berkunyah-lah [dengan nama anakmu, yakni anaknya azZubair], engkau adalah Ummu Abdillah”

📔asShahiihah, nmr 132

Syaikh alAlbany rahimahullah berkata:

Dan dalam hadits ini, disyariatkannya berkunyah walaupun belum memiliki anak. Dan ini adalah adab yang islamy, yang tidak ada bandingan baginya pada umat-umat yang lain (sesuai dengan apa yang aku ketahui).

Maka hendaknya kaum muslimin berpegang teguh dengannya, baik lelaki maupun perempuan.

Nazhmul Faroid mimmaa fii Silsilaty alAlbany,
dari faedah juz ke2, hal 397
Sumber: Grup WA IS

Kisah yang Indah Secercah Hidayah

🌊⛅ KISAH YANG INDAH

🌾⛅ SECERCAH HIDAYAH

dari Abdul Wahid bin Zaid berkata, :

“Ketika itu kami naik perahu, angin kencang berhembus menerpa perahu kami, sehingga kami terdampar di suatu pulau. Kami turun ke pulau itu dan mendapat seorang laki-laki sedang  menyembah patung.

🌴” Kami mendatanginya berkata kepadanya,:
” wahai seorang lelaki siapa yang engkau sembah? 

.Maka ia menunjuk ke sebuah patung

🌴Maka kami berkata:  ‘Di antara kami, para penumpang perahu ini tidak ada yang melakukan seperti yang kamu perbuat.patung ini bukanlah ilaah yang berhak untuk di ibadahi .

➡Dia bertanya, ‘(Kalau demikian,pent), apa yang kalian sembah?

🌴’ Kami menjawab,: ‘Kami menyembah Allah.’

➡Dia bertanya, ‘Siapakah Allah?’

🌴Kami menjawab:”, ‘Dzat yang memiliki ‘Arsy di langit dan kekuasaan di muka bumi.’

➡ Dia bertanya, ‘Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?’

🌴Kami jawab, “Telah mengutus kepada kami (Alloh) Raja yang Maha Agung, Maha Pencipta Lagi Maha Mulia seorang Rosul yang mulia , maka rasul itulah yang menerangkan kepada kami tentang hal itu.’
➡Dia bertanya, ‘Apa yang dilakukan rasul itu?’
🌴 Kami menjawab, :”beliau telah  menyampaikan risalah-Nya, kemudian Allah mencabut ruhnya. . ‘ ➡Dia bertanya, ‘Apakah dia tidak meninggalkan sesuatu tanda kepada kalian?’
🌴 Kami menjawab:”tentu”
➡ ia berkata :” apa yang ia tinggalkan?
🌴Kami mnjawab:”, ‘Dia meninggalkan kitabullah untuk kami.
➡’ Dia berkata, ‘Coba kalian perlihatkan kitab  Al Malik  (kitabulloh, pent) itu kepadaku!maka seyogyanya kitab para raja itu adalah kitab yang sangat baik

📌’ Kemudian kami memberikan mushaf kepadanya .
➡Dia berkata, ‘Alangkah bagusnya ( mushaf )ini .’ 📌Lalu kami membacakan sebuah surat dari Alquran  untuknya.Dan kami senantiasa membaca,  Tiba-tiba ia menangis,dan kami membaca lagi, dan ia terus menangis  hingga kami selesai membaca surat itu .
➡dan berkata, ‘Tidak pantas Dzat yang memiliki firman ini didurhakai.’
📌Kemudian ia masuk Islam dan kami ajari dia syariat2 islam dan beberapa surat dari Al quran . ‘ Selanjutnya, kemudian kami mengajaknya ikut serta dalam perahu.
📌 Ketika kami berlayar dan malam mulai gelap , sementara kami semua beranjak menuju tempat tidur kami ,
➡tiba-tiba dia bertanya, ‘:’Wahai kalian, apakah Dzat yang kalian beritahukan kepadaku itu  juga tidur apabila malam telah gelap?’
🌴Kami menjawab, : tidak wahai hamba Alloh  ‘Dia Hidup terus, Maha Agung tidak tidur.
➡’ Dia berkata:” Seburuk buruk hamba adalah kalian ,kalian tidur sementara Maula kalian tidak tidur ,
📌Kemudian ia beranjak untuk  mengerjakan ibadah  dan meninggalkan kami

📌. Ketika kami sampai di negeri kami ,
🌴aku berkata kepada teman-temanku,:” ‘Laki-laki ini baru saja memeluk Islam dan ia adalah orang asing di negeri ini.( sangat cepat jika kita membantunya.pent) 
📌lalu kami pun  mengumpulkan beberapa dirham  dan kami  berikan kepadanya .
➡ia bertanya, ‘Apakah ini?’
🌴Kami menjawab, :belanjakanlah untuk kebutuhan kebutuhanmu.
.’ ➡Dia berkata, :” Laa ilaaha illalloh . Selama ini aku hidup di suatu pulau yang dikelilingi lautan, aku menyembah patung selainNya  Sekalipun demikian, dia tidak pernah menyia-nyiakan aku …. Maka bagaimana mungkin  ia (Alloh) akan menelantarkanku sementara aku mengenalNya? ! ‘ 📌Setelah itu, dia pergi meninggalkan kami.dan berusaha sendiri untuk (mncukupi )dirinya.
📌 Dan jadilah ia setelahnya termasuk kibarush sholihin sampai meninggalnya.

📚 sumber : at tawwaabiin ,milik Ibnu Qudamah ,179.

✏🇸🇦➡🇮🇩Alih bahasa : abul fida abdulloh as silasafy

🌿 💡 ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﺍﺣﺪ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﻗﺎﻝ :

ﻛﻨﺎ ﻓﻲ ﺳﻔﻴﻨﺔٍ ﻓﺄﻟﻘﺘﻨﺎ ﺍﻟﺮﻳﺢُ ﺇﻟﻰ ﺟﺰﻳﺮﺓ ﻓﻨﺰﻟﻨﺎ ﻓﺈﺫﺍ ﻓﻴﻬﺎ ﺭﺟﻞ ﻳﻌﺒﺪُ ﺻﻨﻤﺎً , ﻓﺄﻗﺒﻠﻨﺎ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻗﻠﻨﺎ ﻟﻪ : ﻳﺎ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ ﺗﻌﺒﺪ ؟
ﻓﺄﺷﺎﺭ ﺇﻟﻰ ﺻﻨﻢ .
ﻓﻘﻠﻨﺎ: ﻣﻌﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ ﻣﻦ ﻳﺼﻨﻊ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ،ﻓﻠﻴﺲ ﻫﺬﺍ ﺇﻟﻪ ﻳﻌﺒﺪ.
ﻗﺎﻝ : ﺃﻧﺘﻢ ﻣﻦ ﺗﻌﺒﺪﻭﻥ ؟
ﻗﻠﻨﺎ : ﻧﻌﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ .
ﻗﺎﻝ : ﻭ ﻣﺎ ﺍﻟﻠﻪ ؟
ﻗﻠﻨﺎ: ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻋﺮﺷﻪ ﻭ ﻓﻲ ﺍﻷ‌ﺭﺽ ﺳﻠﻄﺎﻧﻪ ﻭ ﻓﻲ ﺍﻷ‌ﺣﻴﺎﺀ ﻭ ﺍﻷ‌ﻣﻮﺍﺕ ﻗﻀﺎﺅﻩ .
ﻗﺎﻝ: ﻭ ﻛﻴﻒ ﻋﻠﻤﺘﻢ ﺑﻪ؟
ﻗﻠﻨﺎ: ﻭﺟَّﻪ ﺇﻟﻴﻨﺎ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻠﻚُ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢُ ﺍﻟﺨﺎﻟﻖُ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞُ ﺭﺳﻮﻻ‌ً ﻛﺮﻳﻤﺎً ﻓﺄﺧﺒﺮﻧﺎ ﺑﺬﻟﻚ .
ﻗﺎﻝ: ﻓﻤﺎ ﻓﻌﻞ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ؟
ﻗﻠﻨﺎ: ﺃﺩَّﻯ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﺛﻢ ﻗﺒﻀﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻴﻪ.
ﻗﺎﻝ: ﻓﻤﺎ ﺗﺮﻙ ﻋﻨﺪﻛﻢ ﻋﻼ‌ﻣﺔ؟
ﻗﻠﻨﺎ: ﺑﻠﻰ .
ﻗﺎﻝ: ﻣﺎ ﺗﺮﻙ ؟
ﻗﻠﻨﺎ: ﺗﺮﻙ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﻛﺘﺎﺑﺎً ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻠﻚ .
ﻗﺎﻝ: ﺃﺭﻭﻧﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻤﻠﻮﻙ ﺣِﺴﺎﻧﺎً . ﻓﺄﺗﻴﻨﺎﻩ ﺑﺎﻟﻤﺼﺤﻒ , ﻓﻘﺎﻝ : ﻣﺎ ﺃﻋﺮﻑ ﻫﺬﺍ .
ﻓﻘﺮﺃﻧﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺳﻮﺭﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﻠﻢ ﻧَﺰَﻝْ ﻧﻘﺮﺃ ﻭ ﻫﻮ ﻳﺒﻜﻲ ﻭﻧﻘﺮﺃ ﻭﻫﻮ ﻳﺒﻜﻲ ﺣﺘﻰ ﺧﺘﻤﻨﺎ ﺍﻟﺴﻮﺭﺓ.
ﻓﻘﺎﻝ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﺼﺎﺣﺐ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﻼ‌ﻡ ﺃﻻ‌ ﻳُﻌﺼﻰ ﺛﻢ ﺃﺳﻠﻢ ﻭﻋﻠﻤﻨﺎﻩ ﺷﺮﺍﺋﻊ ﺍﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ ﻭﺳﻮﺭﺍً ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭ ﺃﺧﺬﻧﺎﻩ ﻣﻌﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ , ﻓﻠﻤﺎ ﺳﺮﻧﺎ ﻭ ﺃﻇﻠﻢ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻭ ﺃﺧﺬﻧﺎ ﻣﻀﺎﺟﻌﻨﺎ ، ﻗﺎﻝ: ﻳﺎ ﻗﻮﻡ ﻫﺬﺍ ﺍﻹ‌ﻟﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺩﻟﻠﺘﻤﻮﻧﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﺫﺍ ﺃﻇﻠﻢ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻫﻞ ﻳﻨﺎﻡ؟
ﻗﻠﻨﺎ:
ﻻ‌ ﻳﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﻮ ﺣﻲ ﻗﻴﻮﻡ ﻋﻈﻴﻢ ﻻ‌ ﻳﻨﺎﻡ.
ﻓﻘﺎﻝ: ﺑﺌﺲ ﺍﻟﻌﺒﻴﺪ ﺃﻧﺘﻢ ﺗﻨﺎﻣﻮﻥ ﻭ ﻣﻮﻻ‌ﻛﻢ ﻻ‌ ﻳﻨﺎﻡ . ﺛﻢ ﺃﺧﺬ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻌﺒﺪ ﻭ ﺗﺮﻛﻨﺎ.
ﻓﻠﻤﺎ ﻭﺻﻠﻨﺎ ﺑﻠﺪﻧﺎ ﻗﻠﺖ ﻷ‌ﺻﺤﺎﺑﻲ: ﻫﺬﺍ ﻗﺮﻳﺐ ﻋﻬﺪ ﺑﺎﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ ﻭ ﻏﺮﻳﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﻓﺠﻤﻌﻨﺎ ﻟﻪ ﺩﺭﺍﻫﻢ ﻭ ﺃﻋﻄﻴﻨﺎﻩ ﺇﻳﺎﻫﺎ ,
ﻗﺎﻝ: ﻣﺎ ﻫﺬﺍ ؟
ﻓﻘﻠﻨﺎ ﺗﻨﻔﻘﻬﺎ ﻓﻲ ﺣﻮﺍﺋﺠﻚ.
ﻗﺎﻝ: ﻻ‌ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ‌ ﺍﻟﻠﻪ , ﺃﻧﺎ ﻛﻨﺖُ ﻓﻲ ﺟﺰﺍﺋﺮ ﺍﻟﺒﺤﺮِ ﺃﻋﺒﺪُ ﺻﻨﻤﺎً ﻣﻦ ﺩﻭﻧﻪ ﻭ ﻟﻢ ﻳﻀﻴﻌﻨﻲ ﺃﻓﻴﻀﻴﻌﻨﻲ ﻭ ﺃﻧﺎ ﺃﻋﺮﻓﻪ ؟!
ﺛﻢ ﻣﻀﻰ ﻳﺘﻜﺴَّﺐ ﻟﻨﻔﺴﻪ ، ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻫﺎ ﻣﻦ ﻛﺒﺎﺭ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻣﺎﺕ.

📚ﺍﻟﺘﻮﺍﺑﻴﻦ ﻻ‌ﺑﻦ ﻗﺪﺍﻣﺔ  ١٧٩

Di kutip dari: 🌴 KHAS

____________
📚 WA TIC
(Tholibul Ilmi Cikarang)
_______________________
484

Tata Cara Sholat Gerhana

🌑🌒🌓🌔 TATA CARA SHALAT GERHANA🌕🌖🌗🌘

Penulis : Ustadz Ahmad Alfian hafizhahullah.

 👍Di dalam keindahan ajaran syariat Islam yang dibawa oleh Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam adalah tuntunan beliau Shallallahu ’alaihi wa sallam yang sangat indah tatkala terjadi gerhana, yang merupakan peristiwa besar dalam pandangan syariat Islam. 🌘Bagaimana tidak, Pencipta matahari dan bulan memberitakan bahwa Gerhana merupakan tanda yang Dia jadikan sebagai peringatan bagi hamba-hamba-Nya akan ancaman adzab-Nya yang maha dasyat, serta peringatan akan kengerian azab kubur dan hari kiamat. Sikap takut, tunduk, dan khusyu’ benar-benar ditunjukkan oleh Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam ketika terjadi peristiwa tersebut.

❕Diantara yang dituntunkan oleh Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam adalah bersegera melaksanakan shalat gerhana. Dengan bentuk pelaksanaan yang berbeda dari shalat-shalat lainnya, yaitu dengan memanjangkan bacaan, dua kali ruku pada setiap rakaat, dan memanjangkan ruku dan sujudnya.

 

⏰Waktu Pelaksanannya

📄Sebagaimana pada edisi sebelumnya, pelaksanaan shalat gerhana terkait dengan ru’yah, bukan dengan hisab. Waktu pelaksanaannya terbentang mulai dari awal terjadinya gerhana, maka hendaknya bersegera melaksanakan shalat sejak awal proses gerhana, tidak perlu menunggu puncak gerhana tersebut. Waktu shalat gerhana berakhir ketika proses gerhana selesai. 💎Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Apabila kalian melihatnya (gerhana) maka shalatlah dan berdoalah hingga tersingkap kembali.” (Muttafaqun ’alaihi).Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam memanjangkan shalat gerhana sepanjang terjadinya gerhana matahari.

 

❓Gerhana Apakah yang Disyariatkan Shalat Padanya?

🍋Sebagaimana diketahui, gerhana matahari dan gerhana bulan ada beberapa macam, ada gerhana total, sebagian, cincin dan lain-lain. Maka semuanya disyariatkan shalat gerhana padanya.

 

⭕Hukum Shalat Gerhana

🍎Ada 2 pendapat di kalangan ulama tentang hukum shalat gerhana:

1⃣ Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat hukumnya sunnah mu’akkadah. Landasan pendapat ini adalah:
Kisah seseorang yang datang kepada Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bertanya tentang apa kewajibannya dalam Islam, maka Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam menyebutkan shalat 5 waktu. Orang tersebut lalu bertanya, apakah ada kewajiban shalat selainnya? Maka Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab, ”Tidak ada, kecuali jika engkau mau shalat sunnah.” (HR. Al-Bukhari no. 2481 dan Muslim no. 11)Sahabat Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ’anhu ketika diutus berdakwah ke negeri Yaman, NabiShallallahu ’alaihi wa sallam berpesan kepadanya, ”Sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu.” (HR. al-Bukhari no. 1395 dan Muslim no. 19)
2⃣. Sebagian ulama lainnya berpendapat hukumnya wajib. Landasan pendapat ini adalah teks perintah Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam dalam hadits tentang gerhana yang bersifat perintah, ”… apabila kalian melihatnya (gerhana) maka shalatlah…”

 

📖Karena merupakan perintah, maka sebagaimana dalam kaidah ushul fiqih, ’perintah’ menunjukkan kepada makna wajib, kecuali apabila dalil lainnya yang memalingkan dari makna wajib kepada makna sunnah. Sedangkan dalam konteks gerhana ini tidak ada dalil lainnya. Adapun dua hadits yang dijadikan dalil oleh jumhur di atas, tidak berarti meniadakan adanya shalat-shalat lain selain shalat lima waktu yang hukumnya wajib. Karena yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam dalam dua hadits tersebut aadalah shalat yang kewajibannya bersifat mutlak. Namun di sana ada shalat-shalat lainnya yang hukumnya juga wajib karena ada sebab-sebab tertentu, mislnya shalat jenazah, shalat ’Id, shalat tahiyyatul masjid, termasuk dalam hal ini shalat gerhana.

👍Menurut hemat kami (penulis), alasan pendapat kedua ini cukup kuat. Bagaimana tidak, disamping adanya perintah yang sangat tegas pada hadits di atas, gerhana yang merupakan tanda peringatan dari Allah Subhanahu wa ta’ala, demikian pula bagaimana sikap yang ditunjukkann  oleh Rasul Shallallahu ’alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ’alaihi wa sallam sangat  ketakutan, sangat khusyu’, melakukan shalat yang berbeda dari shalat-shalat lainnya, kemudian beliau berkhutbah dengan khutbah yang mendalam; kondisi yang demikian menunjukkan indikasi yang sangat kuat bahwa shalat gerhana tersebut merupakan kewajiban. Sunggu suatu hal yang kontras apabila datang peringatan, namun manusia tetap di tokonya, di kantornya, di sawahnya, dan seterusnya seperti sedia kala tidak merasa ketakutan dan tidak bersegara menuju shalat.

Asy-Syaikh Ibnu ’Utsaimin Rahimahullah berkata, ”Pendapat yang menyatakan wajib lebih kuat dibandingkan yang sunnah. Namun, wajib di sini adalah wajib (fardhu) kifayah.” (Lihatasy-Syarhul Mumti’ 5/ 182)

 

Disyariatkan Berjamaah di Masjid, Boleh Pula Sendiri-sendiri

💎”Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam keluar menuju masjid, beliau berdiri dan bertakbir (yakni shalat gerhana, pen) dan para makmum bershaf di belakang beliau…” (HR. Muslim no. 901)

Al-Imam an-Nawawi Rahimahullah berkata, ”Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan melaksanakan shalat gerhana di masjid yang dipakai juga untuk shalat jum’at…hadits ini juga menunjukkan disunnahkan melaksanakannya secara berjamaah, boleh pula dikerjakan dengan sendiri-sendiri.” (Lihat Syarh Shahih Muslim hadits no. 901).

 

✋Tidak Ada Adzan dan Iqomah, Namun Diserukan ”Ash-Shalatu Jami’ah”

Berdasarkan hadits dari sahabat ’Abdullah bin ’Amr Radhiyallahu ’anhuma, ”Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasul diserukan, ”Inna ash-Shalata Jami’ah.” (HR. Al-Bukhari no. 1045) dalam lafadz lain ’Ash-Shalatu Jami’ah” (HR. Muslim no. 901). Al-Imam an_Nawawi Rahimahullah berkata, ”Disenangi untuk diserukan ’ash-shalatu Jami’ah’ pada saat gerhana, dan para ulama sepakat tidak ada adzan dan iqomah padanya.” (Lihat Syarh Shahih Muslim hadits no. 901).

📝Makna “Ash-Shalatu Jami’ah” adalah, “Sesungguhnya shalat mengajak kalian berkumpul (maka hadirilah).” Seruan tersebut bisa diulang beberapa kali sesuai kebutuhan, terutama pada shalat gerhana bulan yang dilaksanakan pada malam hari.

 

🔎Tata Cara Shalat Gerhana

 👉Sebagaimana diketahui melalui keterangan hadits-hadits yang shahih, gerhana pada masa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam hidup terjadi hanya sekali, yaitu gerhana matahari total yang terjadi pada tahun ke-10 hijriah. Keterangan tentang cara shalat gerhana tersebut diriwayatkan dalam beberapa hadits dari beberapa sahabat Radhiyallahu ‘anhum.Diantaranya, hadits dari Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, “Bahwa NabiShallallahu ’alaihi wa sallam mengeraskan bacaan dalam shalat gerhana, beliau melaksanakan shalat 4 kali ruku dalam 2 rakaat, dan 4 kali sujud.” (HR.Muslim no. 901)

☝Keterangan dari beberapa hadits tentang tata cara shalat gerhana Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bisa disimpulkan sebagai berikut:

Takbiratul ihram.Membaca doa istiftah, ta’awwudz, dan membaca basmalah secara sir (pelan).Membaca surah Al-Fatihah dan surah secara jahr (keras). Bacaan pada berdiri pertama rakaat pertama ini dipanjangkan, dalam hadits Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma diterangkan “…kurang lebih sepanjang surah Al-Baqarah…” (HR. Al-Bukhari no. 1052, Muslim no. 907).Bertakbir kemudian ruku dengan memanjangkan ruku. Membaca doa ruku dengan diulang-ulang.Kemudian berdiri dari ruku sambil mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” ketika badan sudah tegak sempurna mengucapkan, ”Rabbana walakal hamd.”Setelah itu tidak sujud, namun terus berdiri panjang, dan kembali membaca Al-Fatihah dan surah. Namun berdiri kedua pada rakaat pertama ini agak lebih pendek dibandingkan berdiri pertama.Bertakbir kemudian ruku dengan memanjangkan ruku. Membaca doa ruku dengan diulang-ulang. Ruku kedua ini agak lebih pendek dibandingkan ruku pertama.Kemudian berdiri dan ruku sambil mengucapkan ”Sami’allahu liman hamidah,” ketika badan sudah tegak sempurna mengucapkan, ”Rabbana walakal hamd,” ini adalah i’tidal, dan dipanjangkan juga. Berdasarkan hadits dari sahabat Jabir Radhiyallahu ’anhu, ”…maka Nabi memanjangkan berdiri sampai-sampai (sebagian makmum) tersungkur, lalu beliau ruku dan memanjangkannya, lalu bangkit berdiri dan memanjangkannya, lalu ruku dan memanjangkannya, kemudian bangkit berdiri dan memanjangkannya, kemudian beliau sujud dua kali…” (HR. Muslim no. 904).

❌Al-Ghazali menukil bahwa ada kesepakatan meninggalkan (amalan) memanjangkan i’tidal ini. Maka dibantah oleh al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah, ”Jika yang dimaksud ’kesepakatan’ disini adalah kesepakatan madzhab, maka tidak perlu dibicarakan (karena itu tidak menjadi patokan kebenaran, pen), dan yang jelas pernyataan tersebut terbantah dengan riwayat hadits Jabir tersebut.” (Fathul Bari hadits no. 1051)

Bertakbir kemudian sujud dengan sujud yang panjang juga. Berdasarkan hadits, ”…kemudian beliau sujud dengan sujud yang panjang.” (HR. al-Bukhari no. 1047).Kemudian bertakbir dan bangkit, lalu duduk iftirasy dan memanjangkan duduknya. (HR. an-Nasa’i no. 1482).Lalu bertakbir dan kembali sujud dengan sujud yang panjang, namun tidak sepanjang sebelumnya. (HR. al-Bukhari no. 1056).Bertakbir dan berdiri untuk rakaat kedua. Demikian berikutnya sama persis dengan rakaat pertama, hanya saja masing-masing lebih pendek dari pada sebelumnya. Pada berdiri pertama rakaat kedua kembali membaca Al-Fatihah dan surah dengan jahr dan dipanjangkan pula kurang lebih sepanjang surat ali ’Imran. (HR. Abu Dawud no. 1187).Kemudian duduk bertasyahud, membaca shalawat, dan salam ke kanan dan ke kiri.

 

❓Apabila Masbuq

⚠Dalam shalat gerhana, makmum dinyatakan kurang rakaat shalatnya apabila dia tidak mendapati ruku pertama pada rakaat pertama. Maka, setelah imam mengucapkan salam, makmum tersebut harus menambah satu rakaat dengan dua kali ruku.

 

Khutbah Shalat Gerhana

🎓Disunnahkan untuk berkhutbah setelah shalat gerhana, karena Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam melakukannya. ”Setelah beliau selesai shalat, matahari telah tersingkap (dari gerhananya). Lalu beliau berkhutbah seraya memuji Allah dan menyanjung-Nya…” (HR. al-Bukhari no. 1044)

”…berkhutbah seraya memuji Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, lalu mengatakan Amma Ba’d…” (HR. al-Bukrahi no. 1061). Keterangan hadits tersebut, di samping menunjukkan disunnahkannya khutbah setelah shalat gerhana, juga menunjukkan bahwa tetap berkhutbah meskipun gerhana telah selesai asalkan sudah selesai dari shalat gerhana. Berbeda halnya apabila gerhana telah selesai namun belum sempat melaksanakan shalat gerhana, maka ketika itu tidak ada shalat, tidak ada pula khutbah. (Lihat Fathul Bari hadits no. 1044).

Menurut asy-Syaikh al-Bassam Rahimahullah, khutnah tersebut dilakukan saat dibutuhkan sebagai peringatan dan nasihat untuk manusia, namun jika tidak dibutuhkan maka cukup dengan doa, istighfar, dan shalat tanpa khutbah. (Lihat Taisirul ’Allam 1/ 133).

 

🎀Shalatnya Kaum Wanita

Kaum wanita boleh mengikuti shalat gerhana berjamaah di masjid, sebagaimana ’Aisyah dan Asma’ bintu Abi Bakr Radhiyallahu ’anhum dulu ikut melaksanakan shalat gerhana di masjid. (Lihat Hr. al-Bukhari no. 1053, Muslim no. 905, Syarh Shahih Muslim, al-Mughni III/ 322). Boleh pula mereka shalat dirumahnya masing-masing secara sendiri-sendiri. Perlu diingat, kaum wanita yang hadir berjamaah di masjid ada syarat-syarat yang sangat ketat. Diantaranya: harus menutup aurat dan berjilbab sesuai dengan syarat-syaratnya, tidak memakai wewangian, tidak berhias, tidak berbaur dengan kaum pria, dan lain-lain.

            Wallahu a’lam bish shawab.

 Sumber : Buletin Jum’at Al-Ilmu edisi 22 (Fikih) 1434 H

Sumber dinukil dari grup WA…

Maka Carilah Yang Halal

🚩🚧💰
■◎■◎■◎■
💠SILSILAH PERMATA SALAF💠

💰✔WAHAI PARA SUAMI, CARILAH YANG HALAL !!

🔸Berkata Ibnu Qudamah rahimahullah :

وعلى هذا كان النساء في السلف. كان الرجل إذا خرج من منزله يقول له أهله : “إياك وكسب الحرام فإنا نصبر على الجوع ولا نصبر على النار.”

📕مختصر منهاج القاصدين.

🚩💰🌊”Maka atas dasar ini, dahulu para  wanita dari kalangan salaf, apabila salah seorang laki-laki mereka keluar dari rumahnya (untuk mencari nafkah) mereka para istri berpesan kepadanya :

إياك وكسب الحرام فإنا نصبر على الجوع ولا نصبر على النار

🚧🔸💥”Hati-hatilah (engkau wahai suami) dari mencari penghasilan yang haram, sesungguhnya kami mampu bersabar dari kelaparan. Namun kami tidak mampu bersabar dari siksa neraka.”

📕Mukhtashor Mihaju Qashidin

■◎■◎■◎■
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga

Pentingnya Waktu

Dahulu aku menemani Syaikh Zaid al-Madkhali pada salah satu safar beliau.

Kemudian dibagikan kepada kami sebagian koran di pesawat.

Maka Syaikh membacanya sebentar, kemudian beliau langsung melipatnya dengan segera kemudian meletakkan di laci.

Beliau berkata seraya nampak dari beliau rasa penyesalan.

إنا لله و إنا إليه راجعون

Berapa banyak waktu yang telah kita habiskan untuk membaca suatu yang tidak bermanfaat dan tidak pula berfaedah ??!!

Kemudian beliau mulai memuroja’ah al-Qur’an dengan hafalan.

••••

Aku (Syaikh Fawwaz) katakan : …

Dapat diambil faedah dari sikap yang agung ini beberapa faedah , diantaranya : …

1⃣.Kesadaran beliau tentang pentingnya waktu.

2⃣.Tidak terlalu berdalam-dalam dalam perkara dunia.

3⃣.Beliau menggunakan waktu dalam perkara yang bermanfaat dan berfaedah.

4⃣.Sangat takutnya beliau kepada Alloh ‘Azza wa Jalla.

5⃣.Beliau mengetahui siyasah (politik,pent) dan fiqhul waqi’ seperlunya.

6⃣.Pengaturan beliau terhadap jiwa dan selalu mengarahkannya pada perkara yang bermanfaat di negeri akhirat.

7⃣.Pengetahuan beliau bahwasanya dunia tempat ber’amal.

Semoga Alloh merohmati beliau

Belum pernah mataku melihat orang yang semisal beliau

✏ Ditulis oleh :

▪Fawwaz bin Ali al-Madkhali

________
🌷🌿🌾🌷🌿🌾

📊✏ WA Fawwaz bin Ali al-Madkhali